astakom.com, Gyeongju – KTT APEC 2025 menjadi momen strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisi di tengah meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menekankan bahwa pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Busan, Korea Selatan, membuka jalur yang lebih jelas bagi kebijakan tarif di kawasan Asia-Pasifik.
Di sisi lain, upaya rekonsiliasi kedua negara yang memiliki kekuatan ekonomi besar di dunia itu juga memberi peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi dari mitra strategis, khususnya di kawasan Asia-Pasifik.
“Indonesia terbuka untuk investasi dari mitra strategis di kawasan. APEC ini menjadi penting karena baru saja Presiden Trump dan Xi Jinping bertemu, sehingga bagi Indonesia koridor daripada tarif itu sudah mulai kelihatan jelas,” katanya di sela agenda KTT APEC 2025 di Gyeongju, Gyeongsang Utara, Korea Selatan, Jumat (31/10/2025).
Airlangga menerangkan, bahwa pertemuan tatap muka antara Trump dan Xi Jinping di Korea Selatan ini menjadi yang pertama kalinya dalam enam tahun terakhir, setelah sebelumnya kedua pemimpin sempat bersitegang di tengah panasnya perang dagang global.
Selain memanfaatkan momentum rekonsiliasi antara AS dan Tiongkok, Airlangga menuturkan bahwa Indonesia juga menangkap berbagai peluang dari pertemuan bilateral dengan sejumlah negara, seperti Korea Selatan sebagai bagian dari strategi diplomasi ekonomi untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam arus perdagangan baru pascapertemuan AS-Tiongkok.
“Dari Korea itu sendiri sudah menyepakati 15 persen, dan kita sudah harus ke sana,” katanya.
Airlangga mengatakan bahwa dirinya sempat bertemu dengan Menteri Industri, Perdagangan, dan Energi Korea Selatan, yang disebut Presiden Trump sebagai salah satu mitra negosiasi paling keras.
Kesepakatan tarif dagang antara negara-negara anggota APEC, termasuk Malaysia, Kamboja, dan Korea Selatan, juga menjadi acuan penting bagi Indonesia dalam merencanakan kebijakan investasi dan perdagangan ke depan.
Dengan memanfaatkan momentum rekonsiliasi AS–Tiongkok, Indonesia berupaya mengokohkan posisinya sebagai tujuan investasi utama di Asia-Pasifik, memperkuat kerja sama ekonomi regional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Gen Z Takeaway
Indonesia lagi main cerdas di panggung global! Di KTT APEC 2025, Menteri Airlangga Hartarto bilang kalau pertemuan langka antara Donald Trump dan Xi Jinping di Korea Selatan jadi titik balik penting buat arah ekonomi Asia-Pasifik. Dengan tensi dagang AS–Tiongkok mulai reda, peluang investasi ke Indonesia makin kebuka lebar.
Airlangga juga gaspol bangun kerja sama dengan negara lain kayak Korea Selatan, yang udah nyepakati tarif dagang baru 15 persen. Intinya, Indonesia lagi ngejar momentum buat jadi magnet investasi utama di kawasan, sekaligus memperkuat posisi di era ekonomi global yang makin dinamis dan kompetitif.

