astakom.com, Jakarta – Keberhasilan pelaksanaan strategi baru industrialisasi nasional tidak hanya bergantung pada kebijakan dan program yang tepat sasaran, tetapi juga pada sistem pengawasan yang kuat, objektif, dan transparan.
Hal itu ditegaskan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Rapat Kerja Kementerian Perindustrian 2025 di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
“Pengawasan menjadi elemen penting dalam memastikan kebijakan dan program industri berjalan sesuai regulasi serta mencapai hasil yang optimal. Kita ingin tata kelola industri nasional tumbuh dengan prinsip akuntabilitas dan integritas,” ujar Agus dalam siaran pers, dikutip astakom.com, Rabu (29/10/2025).
Agus menekankan, pengawasan di lingkungan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tidak boleh hanya berfokus pada pencarian kesalahan, melainkan harus diarahkan pada perbaikan sistem dan tata kelola.
“Dengan tata kelola yang baik, maka setiap program akan memberikan manfaat nyata bagi dunia industri dan masyarakat,” imbuhnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenperin M. Rum menyampaikan bahwa pihaknya sedang memperkuat fungsi pengawasan agar lebih terintegrasi dan selaras dengan arah kebijakan nasional.
Ia menegaskan, pengawasan bukan sekadar alat kontrol, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan efektivitas dan efisiensi kinerja sektor industri.
“Kami memastikan setiap kebijakan dan program industri berjalan secara efektif, transparan, serta bebas dari penyimpangan. Pengawasan ini bukan sekadar mencari kesalahan tetapi memastikan tata kelola dan manajemen risiko diterapkan dengan benar,” tegas Rum.
Menurutnya, sistem pengawasan yang kuat juga berperan dalam mendorong pelaksanaan prinsip good governance dan manajemen risiko di lingkungan Kemenperin.
Selama ini, kata dia, masih ada sejumlah pekerjaan di sektor industri yang belum sepenuhnya sesuai dengan regulasi, sehingga perlu dilakukan pembenahan menyeluruh.
Untuk itu, sebagai bagian dari reformasi tata kelola, Kemenperin tengah mengembangkan sistem pengawasan terpadu satu atap agar pelaksanaannya lebih terkoordinasi, objektif, dan terukur.
“Ke depan, pengawasan akan satu atap sesuai dengan arahan pimpinan dan dilaksanakan secara objektif. Dengan fungsi pengawasan satu atap, efektivitas dan akuntabilitas kinerja di lingkungan industri akan lebih mudah diukur dan dievaluasi,” jelas Rum.
Selain memperkuat sistem, pengawasan juga membuka ruang karier baru bagi para aparatur di Kemenperin. Menurut Rum, ke depan akan ada peluang untuk membentuk jabatan fungsional pengawas industri yang bersifat profesional dan spesifik di bidangnya.
“Mungkin ke depan Sekjen bisa menginisiasi jabatan baru, misalnya fungsional pengawas industri. Ini tentu menjadi peluang baru bagi aparatur yang ingin berkarier di bidang pengawasan dan pembinaan industri,” ujarnya.i
Melalui berbagai langkah tersebut, Kemenperin berkomitmen membangun budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan akuntabel, demi terciptanya ekosistem industri nasional yang bersih, transparan, serta berdaya saing.
Gen Z Takeaway
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) lagi serius berbenah lewat strategi pengawasan baru yang lebih transparan dan terintegrasi. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menegaskan, pengawasan bukan lagi soal nyari kesalahan, tapi soal ngebenerin sistem biar kebijakan industri tepat sasaran dan berdampak nyata.
Sementara itu, Irjen M. Rum ngungkapin kalau bakal ada sistem pengawasan satu atap biar semua proses lebih objektif, efisien, dan gampang dievaluasi. Menariknya, Kemenperin juga lagi nyiapin jabatan baru, yaitu pengawas industri, buat aparatur yang mau fokus di bidang pengawasan dan pembinaan.

