astakom.com, Jakarta – Siapa sosok yang akan menjabat sebagai Dirjen (Direktur Jenderal) Pesantren menjadi teka-teki menarik untuk disimak, terlebih setelah Presiden Prabowo Subianto merestui pembentukan Ditjen Pesantren di bawah Kementerian Agama (Kemenag).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag, Kamaruddin Amin menegaskan bahwa pihaknya dalam hal ini Menteri Agama (Menag) hanya sekadar mengusulkan calon saja, sedangkan sisanya akan ditentukan oleh Presiden. Namun sejauh ini, ia pribadi belum mengetahui siapa yang diusulkan untuk menduduki jabatan tersebut.
“Kalau Dirjen, nanti diusulkan Menteri dan ditentukan oleh Presiden. Jadi itu ranahnya Presiden. Siapa yang diusulkan dan siapa yang ditentukan? Tunggu saja. Kita belum tahu,” ujarnya, dikutip astakom.com dari siaran pers Kemenag, Senin (27/10/2026).
Kamaruddin memastikan, bahwa proses pembentukan Ditjen Pesantren masih terus berjalan, dimana izin prakarsa dari Presiden dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) pun telah terbit.
Kini, proses pembentukan Ditjen baru di Kemenag sedang berlanjut di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), sehingga prosesnya ditargetkan rampung tahun ini.
“Presiden dan Mensesneg sudah mengeluarkan prakarsanya, sudah dikirim ke MenPAN. Tinggal tunggu waktu untuk segera menyelesaikan. InsyaAllah tidak menyebrang tahun,” ujarnya.
Dengan terbentuknya Ditjen Pesantren, Kamaruddin berharap kehadiran negara dalam pembinaan dan pemberdayaan pesantren akan semakin kuat, tanpa menghilangkan jati diri dan kemandirian pesantren sebagai lembaga pendidikan khas Indonesia.
“Dengan kelembagaan yang lebih besar, tentu harapan kita afirmasi kehadiran negara pasti lebih besar. Tapi kemandirian pesantren tetap kita jaga dan rawat,” kata Sekjen Kamaruddin Amin.
“Pemerintah juga akan bekerja agar stigma-stigma negatif yang selama ini muncul bisa berkurang, insyaAllah,” imbuhnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat pesantren sebagai pilar pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan umat. “Ya, kami mohon doa dan dukungannya dari seluruh masyarakat. InsyaAllah ke depan, pesantren bisa lebih baik lagi,” harapnya.
Terkait polemik yang sempat mencuat di ruang publik mengenai isu pesantren oleh stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu, Sekjen Kemenag menilai hal itu sebagai momentum refleksi bersama.
Ia menegaskan pentingnya menjaga etika dan keadaban publik dalam setiap pernyataan di yang keluar ruang terbuka.
“Itu cukup menjadi pembelajaran kita semua. Bahwa di ruang publik kita harus berhati-hati, ada keadaban publik yang sama-sama harus dijunjung. Saya kira semua pihak harus melakukan konsesi,” jelasnya.
Meski demikian, Kamaruddin melihat sisi positif dari dinamika yang terjadi. “Bagi kami di dunia pesantren, ini hikmahnya. Blessing in disguise, semua pihak kini mendukung pondok pesantren. Masyarakat menaruh perhatian besar, dan itu produktif,” tandasnya.
Gen Z Takeaway
Soal siapa yang bakal jadi Dirjen Pesantren masih misteri banget—bahkan Sekjen Kemenag aja belum tahu siapa namanya. Tapi yang jelas, pembentukan Ditjen Pesantren udah dapet lampu hijau dari Presiden Prabowo dan lagi digodok di KemenPANRB biar bisa kelar tahun ini.
Vibes-nya, pemerintah pengen nunjukin kalau negara serius nge-upgrade peran pesantren tanpa ngilangin jati diri dan kemandiriannya. Sekjen Kamaruddin juga bilang ini momen buat refleksi bareng setelah ada polemik soal isu pesantren kemarin, biar kita semua lebih mindful di ruang publik.

