astakom.com, Jakarta– Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Rocky Chandra, menyerahkan bantuan sebesar Rp150 juta Desa Sungai Dualap, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi
Bantuan tersebut diserahkan bersama perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mensosialisasikan Program Desa Mandiri Peduli Mangrove Desa Sungai Dualap.
Bagian dari Program Nasional
Anak buah Presiden Prabowo Subianto ini mengatakan bahwa batuan tersebut merupakan bagian dari upaya DPR RI bersama pemerintah untuk memastikan program nasional Presiden Prabowo Subianto tersampaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.
“Nelayan bisa menikmati program dari Bapak Prabowo. Kita juga menyerahkan bantuan dari KLH dan DPR RI sebesar Rp150 juta untuk Desa Mandiri Peduli Mangrove,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal Tunas Indonesia Raya (TIDAR) itu juga mengajak masyarakat Sungai Dualap untuk menjaga dan melestarikan hutan mangrove sebagai aset ekowisata yang bernilai tinggi.
Dorong Ikon Desa Wisata Mangrove
“Kita dorong menjadi ikon desa wisata mangrove. Tujuan wisatanya bukan lokal, nanti orang Eropa dan lainnya bisa berkunjung kesini,” uangkap Rocky.
Menurut Rocky, Desa Sungai Dualap memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena ekosistem mangrovenya masih terjaga di atas lahan seluas 32 hektar.
“Kita juga meminta proposal desa untuk kita dorong ke Kementerian Pariwisata agar mensupport menjadi desa wisata mangrove,” jelasnya.
Selain fokus pada pengembangan ekowisata, Rocky juga berharap anak-anak di Desa Sungai Dualap dapat segera merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui jalur wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar
Gen Z Takeaway
Bantuan Rp150 juta untuk Desa Sungai Dualap bukan cuma soal dana, tapi tentang future vibes buat lingkungan dan masyarakat pesisir . Rocky Chandra dari Gerindra dorong desa ini jadi ikon wisata mangrove yang bisa mendunia, sambil pastiin program nasional ala Prabowo—dari ekowisata sampai Makan Bergizi Gratis nyampe ke anak-anak dan nelayan. Intinya, ini bukan sekadar proyek, tapi peluang bikin desa kecil punya impact global

