Sabtu, 14 Mar 2026
Sabtu, 14 Maret 2026

Dukungan Presiden Prabowo ke Qatar Dinilai Konsisten dengan Mandat Konstitusi

astakom.com, Jakarta – Dukungan Presiden Prabowo Subianto kepada Emir Qatar pasca serangan Israel dinilai sebagai langkah diplomatik yang tepat. Hal itu sebagaimana disampaikan Guru Besar Politik Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Ali Muhammad.

Dia menegaskan, bahwa sikap tersebut bukan hanya simbolis, melainkan cerminan konsistensi Indonesia dalam menjalankan mandat konstitusi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung global.

“Indonesia mendukung Qatar sebagai negara berdaulat yang tidak boleh diserang negara lain, karena itu jelas melanggar hukum internasional,” ujar Ali dalam keterangan tertulisnya, dikutip astakom.com, Selasa (16/9).

Menurutnya, serangan Israel ke Qatar merupakan pelanggaran kedaulatan negara yang tidak dapat dibenarkan dalam sistem internasional modern. Kunjungan Presiden Prabowo ke Doha pada Jumat (12/9) lalu serta pernyataan dukungan kepada Emir Qatar dinilai memiliki dua dimensi penting, yaitu simbolis dan strategis.

Secara simbolis, Indonesia menunjukkan sikap moral bahwa agresi militer terhadap negara berdaulat tidak bisa ditoleransi. “Dukungan ini merupakan pernyataan politik bahwa Indonesia berdiri bersama negara yang menjadi korban serangan,” jelas Ali.

Dari sisi strategis, ia menilai Indonesia tengah memainkan peran sebagai middle power. Meski bukan negara adidaya, Indonesia memiliki pengaruh regional dan kredibilitas internasional yang kuat dalam menjaga perdamaian dunia.

“Konstitusi UUD 1945 mengamanatkan Indonesia untuk ikut serta menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Jadi, dukungan ini bukan sekadar retorika politik,” imbuhnya.

Meski mengapresiasi langkah tersebut, Ali mengingatkan bahwa konflik Qatar–Israel tidak bisa dilepaskan dari akar masalah yang lebih luas, yakni pendudukan Israel atas Palestina. Ia menyebut situasi di Gaza sebagai bentuk genosida modern yang menimbulkan krisis kemanusiaan mendalam.

“Permasalahan utamanya ada pada penjajahan Israel atas tanah Palestina sejak 1948. Dukungan ke Qatar memang penting, tetapi dunia seharusnya fokus pada tragedi kemanusiaan di Gaza yang kini telah menewaskan puluhan ribu jiwa,” tegasnya.

Feed Update

Rusia-China Bentrok Sama AS di DK PBB Demi Bela Iran!!

astakom.com, Jakarta - Amerika Serikat beserta sekutunya berkonflik dengan Rusia dan China di pertemuan Dewan Keamanan PBB ketika membahas Iran, Kamis (12/3/2026). Dalam pernyataan di...

Kapal di Hormuz ‘Menyamar’ Pakai Identitas China Biar Nggak Kena Sasaran!

astakom.com, Jakarta - Beberapa kapal komersial yang melewati Selat Hormuz dan Teluk Persia saat ini menerapkan strategi berbeda untuk menghindari serangan. Mereka mengganti identitas digital...

3 Syarat dari Iran Buat AS-Israel Kalau Mau Damai!! : Cek Rinciannya

astakom.com, Jakarta - Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian telah mengemukakan tiga syarat untuk menghentikan perang yang kini berlangsung antara Iran, Amerika Serikat, dan...

Pemimpin Tertinggi Iran Siap Lock Selat Hormuz, Dunia Ketar-ketir?

astakom.com, Jakarta - Iran akan tetap blok Selat Hormuz, rute pelayaran minyak terpadat di dunia, berdasarkan pernyataan yang dihubungkan dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang...

Macron Speak Up! Prajurit Prancis Tewas di Irak Akibat Serangan Iran

astakom.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari negara Prancis, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan kalau ada satu anggota militer Prancis yang udah meninggal gara...

Pesawat Pengisian Bahan Bakar AS Jatuh di Irak Pas Lagi Operasi Lawan Iran!

astakom.com, Jakarta - Pusat Komando Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pesawat pengisian bahan bakar milik militer AS mengalami kecelakaan jatuh di Irak pada Kamis...