astakom.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,59 persen atau 44,97 poin ke level 7.673,58 pada perdagangan Rabu (10/9) pagi. Penguatan ini sejalan dengan kinerja saham yang mayoritas menguat.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 254 saham mengalami penguatan, 133 saham melemah, dan 569 saham lainnya masih tak bergerak alias stagnan. Nilai transaksi pada Rabu pagi pun mencapai Rp 486,3 miliar, dengan total 608 juta saham berpindah tangan dalam 44.710 kali transaksi.
Sejumlah saham unggulan seperti BBCA, ANTM, BMRI, dan BBRI menjadi incaran investor sejak awal perdagangan. Kenaikan ini terjadi setelah tiga hari berturut-turut IHSG terkoreksi, termasuk penurunan tajam 1,78 persen ke level 7.627,60 pada Selasa (9/9).
Rupiah Menguat Tipis
Sementara itu, nilai tukar rupiah juga mencatat penguatan tipis ke posisi Rp16.460 per dolar AS, naik 21 poin atau 0,13 persen. Kondisi ini berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang Asia yang melemah, seperti peso Filipina (-0,30 persen), ringgit Malaysia (-0,21 persen), yuan China (-0,07 persen), dan dolar Singapura (-0,05 persen).
Adapun mata uang utama negara maju dibuka bervariasi. Poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, franc Swiss turun 0,06 persen, dolar Kanada terkoreksi 0,09 persen, sementara euro menguat tipis 0,09 persen.
Proyeksi Pergerakan IHSG
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menilai peluang IHSG untuk rebound pada perdagangan hari ini cukup terbuka lebar, meski tetap perlu adanya kewaspadaan bagi investor.
“Tapi hati-hati karena sepanjang belum break kembali di atas 7.700, IHSG masih rentan koreksi,” kata Fanny dalam riset hariannya, dikutip astakom.com, Rabu (10/9).
Menurutnya, IHSG akan bergerak pada level support 7.500–7.580 dan resistance 7.650–7.700. Ia juga merekomendasikan sejumlah saham potensial untuk perdagangan hari ini, antara lain MEDC, ENRG, CDIA, WIRG, EMTK, dan INKP.
Senada, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar menyebut IHSG berada di zona jenuh jual dan berpotensi menguat terbatas.
“IHSG berada di zona jenuh jual dengan potensi rebound jika bertahan di atas 7.621. Level 7.561 menjadi critical level yang harus dijaga. Jika rebound terjadi, indeks bisa menguji resistance di 7.731 hingga 7.782,” ujar Tasrul.
Namun, Tasrul mengingatkan agar investor tetap berhati-hati. “Trader disarankan waspada terhadap false rebound, sementara investor menunggu konfirmasi reversal lebih kuat,” tambahnya.
Sebelumnya, IHSG terkoreksi tajam 1,78 persen di level 7.628,60, dengan mayoritas sektor saham memerah. Investor asing tercatat melakukan aksi jual hingga Rp 4,32 triliun, terutama pada saham big caps seperti BBCA, BMRI, BBRI, BBNI, dan ANTM.
Dalam perdagangan Selasa, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 7.791,33 dan terendah 7.619,71. Dari total emiten yang diperdagangkan, 465 saham melemah, 222 menguat, dan 118 stagnan.
Gen Z Takeaway
IHSG pagi ini kayak lagi “healing” setelah tiga hari berturut-turut turun, akhirnya rebound tipis ke level 7.673,58 dengan 254 saham kompak hijau. Rupiah juga ikut strong dikit lawan dolar, beda sama mata uang Asia lain yang malah melemah.
Tapi jangan buru-buru FOMO, karena analis bilang indeks masih rentan koreksi kalau belum tembus di atas 7.700. Jadi, buat yang trading harian kudu extra waspada biar nggak kejebak “false rebound”, sementara investor jangka panjang bisa santai dulu nunggu konfirmasi reversal yang lebih solid.

