astakom.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan duka cita mendalam dengan melayat ke rumah duka Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang menjadi korban dalam aksi demonstrasi masyarakat pada Kamis, 28 Agustus lalu.
Prabowo nampak tiba mengenakan pakaian safari cokelat dan berpeci hitam pada pukul 21:50 WIB di rumah duka yang berada di Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8). Kehadiran Presiden menambah suasana haru bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kunjungan itu, Prabowo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan RI Syafrie Syamsuddin serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Presiden juga terlihat menyalami satu persatu anggota keluarga almarhum Affan Kurniawan. Keharuan makin menyelimuti suasana rumah malam itu.
Sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto angkat suara soal meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan.
“Sekali lagi, saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan. Saya telah memerintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan, serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab,” tegas Prabowo dalam pernyataan resminya melalui video, Jumat (29/8).
Prabowo melanjutkan ia tidak akan mentolerir petugas yang berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku.
“Kita akan ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.
“Atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah akan menjamin kehidupan keluarga almarhum dan memberikan perhatian khusus. “Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, serta memberikan perhatian khusus kepada baik orang tuanya, adik-adik, dan kakak-kakaknya,” ungkapnya.
Gen Z Takeaway
Presiden Prabowo melayat ke rumah korban meninggal insiden demo Affan Kurniawan di Jalan Blora, Menteng. Kehadiran Presiden bisa dibilang bentuk simpati dan perhatian seorang Kepala Negara kepada rakyatnya. Presiden datang bareng-bareng sama Menhan, Mensesneg, dan Seskab. Dalam suasana duka, kehadiran seorang Presiden diharap mampu sedikit mengurangi kesedihan.