astakom.com, Sumenep – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan wacana pendirian laboratorium diagnosis campak di Madura. Hal ini bertujuan agar kasus campak bisa lebih cepat terdeteksi tanpa harus mengirim sampel jauh ke Surabaya.
“Sekarang yang saya ingin lakukan, saya ingin pastikan ada satu lab di Madura, sehingga kalau ada indikasi campak, kirimnya tidak usah jauh-jauh ke Surabaya,” kata Budi saat meninjau penanganan KLB campak di Sumenep, Kamis (28/8).
Menurutnya, keberadaan laboratorium lokal sangat penting agar pemeriksaan spesimen bisa lebih cepat. Supaya kalau benar-benar ada campak, satu saja penyakit, itu harus minimal satu kecamatan atau satu desa, anak-anaknya langsung diimunisasi,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam deteksi dini.
“Surveilance seperti screening, kita temukan. Karena ini penyakit gampang dilihatnya, demam dan ada tanda-tanda ruam-ruaman seperti itu,” jelas Budi, dalam keterangan tertulis dikutip astakom.com, Jumat (29/8).
Menurutnya, keluarga, aparat desa, hingga Babinsa diharapkan bisa berperan aktif mengenali gejala campak.
“Kalau bisa diajarkan, bukan hanya tenaga kesehatan, diajarkan ke keluarga, kalau ada Babinsa, Bhabinkamtibmas, itu semuanya melihat. Kalau ada anak-anak seperti itu, harus cepat ke Puskesmas,” katanya.
Budi berharap dengan adanya laboratorium di Madura dan percepatan imunisasi massal, kasus campak bisa segera ditekan.
Gen Z Takeaway
Supaya kejadian 20 anak meninggal tidak terulang lagi, Menkes gercep mau bikin laboratorium diagnosis campak di Madura. Jadi kalau ada kasus, bisa cepet tertangani. Selama ini sampel pemeriksaan kudu di kirim ke Surabaya. Jadi nambah lama nanganinya.