Minggu, 31 Agu 2025
Minggu, 31 Agustus 2025

Menteri Kehutanan dan Menteri Pariwisata Sepakati Pariwisata Berkelanjutan serta Peduli Keselamatan

astakom, Jakarta – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersepakat mengenai pentingnya konservasi sumber daya alam dalam pariwisata berkelanjutan.

Kesepakatan tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan kolaborasi program ke depan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan, bahwa arah pengembangan wisata alam Indonesia harus berpijak pada prinsip ekowisata, bukan pariwisata massal.

“Tren wisata alam yang meningkat saat ini memang menggembirakan. Namun, kita tidak bisa hanya mengandalkan semangat FOMO. Wisata alam harus mengandung nilai edukasi dan kultural. Kita cari titik temu antara konservasi dan pariwisata yang bertanggung jawab,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (29/7).

Merespons insiden kecelakaan di jalur pendakian Gunung Rinjani, Menteri Kehutanan juga menekankan pentingnya perbaikan manajemen pendakian, termasuk pemeringkatan tingkat kesulitan jalur pendakian, penerapan sistem kuota, serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pendakian yang lebih baik.

Sementara Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan dukungan terhadap penguatan aspek keselamatan dan pengelolaan risiko di destinasi wisata.

“Insiden di Rinjani menjadi pengingat bagi kita semua bahwa intervensi lintas sektor diperlukan. Kita akan bentuk tim kerja bersama untuk peningkatan standar keselamatan di destinasi wisata alam,” ungkap Widiyanti dalam keterangan dikutip astakom.com, Rabu (30/7).

Ia juga menegaskan bahwa sektor konservasi memiliki hubungan erat dengan pengembangan pariwisata. “Wisata yang berkelanjutan tidak mungkin terwujud tanpa perlindungan terhadap alam. Sinergi ini sangat penting untuk masa depan pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Pertemuan ini juga membahas pemanfaatan hibah dari Zayed Foundation (Uni Emirat Arab) senilai USD 4,7 juta atau setara Rp76,9 miliar untuk mendukung program konservasi komodo dan kawasan sekitarnya.

Dana hibah tersebut diharapkan menjadi katalis penting dalam penguatan perlindungan spesies langka sekaligus mendukung pengembangan wisata alam berbasis konservasi.

Feed Update

Mahfud Sebut Pejabat Korup Jadi Biang Kekacauan Demonstrasi

astakom.com, Jakarta – Eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam),.Mahfud MD angkat bicara terkait biang kerok kekacauan yang terjadi di dalam...

Diminta Mundur dari Jabatan Kapolri, Listyo Sigit Bilang Gini

astakom.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menanggapi isu dirinya diminta mundur dari jabatan Kapolri usai insiden tewasnya pengemudi ojek online, Affan...

MUI Serukan Stop Aksi Anarkisme, Vandalisme dan Penjarahan

astakom.com, Jakarta – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh menyerukan agar aksi penjarahan yang belakangan ini terjadi di rumah...

16 Ormas Islam Dari NU Hingga Muhammadiyah Tegaskan Bersama Prabowo Subianto Hadapi Masalah Bangsa

astakom.com, Bogor — Dukungan ormas Islam terhadap pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadapi tantangan yang terjadi kini diungkapkan dalam pertemuan di Hambalang, Sabtu...

Terkini

Viral

Videos