Senin, 16 Mar 2026
Senin, 16 Maret 2026

Sri Mulyani: Kesepakatan Tarif AS Dorong Sektor Padat Karya Nasional

astakom, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menegosiasikan penurunan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS) menjadi 19 persen akan memberikan dampak positif terhadap kinerja sektor-sektor padat karya nasional.

“Keberhasilan dari negosiasi penurunan tarif resiprokal AS untuk Indonesia menjadi 19 persen diperkirakan dapat mendorong kinerja sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, dan furnitur,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, dikutip astakom.com, Selasa (29/7).

Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa sebagai bagian dari kesepakatan dagang tersebut, Indonesia mengimplementasikan tarif impor 0 persen untuk sejumlah produk asal AS. Kebijakan ini diperkirakan akan berkontribusi menurunkan harga produk migas dan pangan di dalam negeri.

Namun demikian, ia mengingatkan agar perkembangan risiko global tetap diwaspadai. Hal ini terutama terkait dengan performa sektor manufaktur yang hingga triwulan II 2025 masih menunjukkan tren kontraksi.

“Perkembangan risiko rambatan juga perlu terus dicermati, termasuk kinerja sektor manufaktur yang masih menunjukkan kontraksi di sepanjang triwulan II 2025. Per Juni 2025, PMI Manufaktur sebesar 46,9,” katanya.

Ke depan, peran sektor swasta sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi akan terus diperkuat. Sri Mulyani menyebutkan langkah percepatan deregulasi sebagai strategi untuk meningkatkan partisipasi swasta, termasuk optimalisasi peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

“Dengan berbagai perkembangan dan koordinasi strategi kebijakan untuk menciptakan multiplier effect lebih besar, ekonomi Indonesia tahun 2025 diproyeksikan akan tumbuh sekitar 5,0 persen,” tambah Sri Mulyani.

Ia juga menekankan bahwa konsumsi dan daya beli masyarakat masih menunjukkan tren positif, seiring ketahanan aktivitas dunia usaha. APBN pun terus memainkan perannya dalam mengalokasikan anggaran secara efektif, menjaga distribusi yang adil, dan menstabilkan perekonomian nasional.

“Pemerintah telah memberikan stimulus ekonomi dorongan implementasi program strategis, dukungan bagi sektor prioritas, serta bantalan untuk sektor yang rentan terus diberikan pemerintah,” pungkasnya.

Feed Update

Korlantas Polri Catat 459 Ribu Kendaraan telah Keluar dari Jakarta

astakom.com, Jakarta — Memasuki momen mudik Lebaran 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyebut sebanyak 459.570 kendaraan telah keluar dari Jakarta. Laporan ini disampaikan Korlantas...

Momen Bahlil Bercanda Nyeletuk ‘Uang Terus’ saat Amran Ajukan Pinjaman ke Purbaya

astakom.com, Jakarta — Momen lucu terjadi saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, ketika Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, memaparkan laporan komoditas...

Presiden Prabowo: Semua Kekayaan Alam Indonesia Milik Bangsa, Bukan Pengusaha

astakom.com, Jakarta — Membahas mengenai kekayaan alam, Presiden RI Prabowo Subianto menekankan bahwa seluruh kekayaan alam atau sumber daya alam (SDA) di Indonesia adalah...

Cendikiawan NU: Perang Amerika-Iran-Israel Jangan Bawa- Bawa Agama!

astakom.com, Jakarta- Pada sebuah Talkshow di stasiun Tv Nasional, cendikiawan muda NU Islah Bahrawi atau sosok yang biasa disapa Cak Islah ini menekankan tidak...

Perempuan Gerindra Gelar Santunan Anak Yatim dan Bagikan 1.000 Paket Sembako

astakom.com, Jakarta – Jumat berkah. Begitulah gambaran suasana hangat dan penuh kebersamaan yang terpancar di Kantor DPP Partai Gerindra pada Jumat sore (13/3/2026). Momen hangat...

Presiden Prabowo dan Jajarannya Membayar Zakat, Baznas: Teladan Pemimpin Dorong Kepercayaan Publik

astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto hingga jajaran menteri, wakil menteri Kabinet Merah Putih membayar zakat ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana...