Sabtu, 14 Mar 2026
Sabtu, 14 Maret 2026

Arab Saudi Berduka, “Sleeping Prince” Meninggal usai Koma 20 Tahun

astakom, Pangeran Al Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang dikenal sebagai “Pangeran Tidur”, meninggal dunia setelah koma selama lebih dari dua dekade akibat kecelakaan mobil yang traumatis.

Pangeran Khaled bin Talal dari Arab Saudi mengumumkan kabar duka kepergian putranya, Pangeran Al Waleed bin Khaled bin Talal, pada Sabtu (19/7), setelah hampir 20 tahun terbaring dalam keadaan koma.

Pangeran Khaled menyatakan bahwa salat jenazah untuk putranya akan dilaksanakan pada Minggu di Masjid Imam Turki bin Abdullah di Riyadh, setelah salat Ashar, seperti dikutip laporan Saudi Gazette, dikutip astakom.com, Minggu (20/7).

Pangeran Khaled sendiri adalah anggota keluarga kerajaan Saudi, salah satu cucu pendiri Saudi, Raja Abdulaziz, dan pemilik Perusahaan Perdagangan Al Nafood.

Anaknya, Pangeran Al Waleed, yang dijuluki “Pangeran Tidur”, mengalami koma total akibat kecelakaan lalu lintas parah di London pada 2005 saat ia sedang menempuh studi di Inggris.

Kecelakaan itu menyebabkan cedera parah dan pendarahan di otak. Sejak itu, Al Waleed tak pernah sadarkan diri.

Selama periode ini, Pangeran Khaled dengan tegas menolak untuk melepas alat bantu hidup untuk sang anak. Dia tetap yakin bahwa hidup dan mati sepenuhnya berada di tangan Tuhan.

Kondisi sang Sleeping Prince menarik simpati yang besar di dalam dan di luar negeri. Ada jutaan orang mengikuti kisahnya dengan saksama selama bertahun-tahun.

Sebagai informasi, Pangeran Al Waleed Lahir pada bulan April 1990, adalah putra tertua Pangeran Khaled bin Talal Al Saud, seorang bangsawan Saudi terkemuka dan keponakan miliarder Pangeran Al Waleed bin Talal.

Pada usia 15 tahun, saat belajar sebagai kadet militer di London, ia mengalami kecelakaan lalu lintas yang menghancurkan pada tahun 2005 yang menyebabkan cedera otak parah dan pendarahan internal.

Meskipun mendapat perawatan medis mendesak dan melibatkan dokter spesialis Amerika dan Spanyol, ia tidak pernah sadar sepenuhnya.

Empati Publik

Selama lebih dari 20 tahun, Pangeran Al Waleed berada dalam kondisi koma yang sebagian besar tidak responsif, meskipun sesekali gerakan tak sadar memberikan harapan.

Ayahnya, Pangeran Khaled, secara terbuka menolak saran untuk mencabut alat bantu hidup, tetap teguh pada keyakinannya akan penyembuhan ilahi.

Keluarga tersebut membagikan video yang menunjukkan sang pangeran bereaksi pelan terhadap bacaan Al-Quran, yang mengundang empati dan kekaguman publik.

Duka cita nasional

Berita meninggalnya sang pangeran di fasilitas medis khusus di Arab Saudi memicu belasungkawa yang meluas.

Tagar “Pangeran Tidur” (#SleepingPrince ) menjadi tren di media sosial saat ribuan orang berduka atas simbol kesabaran, keyakinan, dan kasih sayang seorang ayah.

Kisah ini berkesan bagi banyak orang, dan banyak yang tersentuh oleh gambaran seorang ayah yang berbakti di sisi tempat tidur putranya, tahun demi tahun.

Warisan spiritual

Kamar rumah sakit sang pangeran menjadi tempat bersejarah spiritual, yang sering dikunjungi pengunjung untuk menyampaikan doa dan dukungan.

Kehidupan dan perjuangan jangka panjangnya tidak hanya mencerminkan tantangan medis tetapi juga semangat kemanusiaan yang abadi dan pengabdian kepada keluarga yang melampaui generasi.

Feed Update

Rusia-China Bentrok Sama AS di DK PBB Demi Bela Iran!!

astakom.com, Jakarta - Amerika Serikat beserta sekutunya berkonflik dengan Rusia dan China di pertemuan Dewan Keamanan PBB ketika membahas Iran, Kamis (12/3/2026). Dalam pernyataan di...

Kapal di Hormuz ‘Menyamar’ Pakai Identitas China Biar Nggak Kena Sasaran!

astakom.com, Jakarta - Beberapa kapal komersial yang melewati Selat Hormuz dan Teluk Persia saat ini menerapkan strategi berbeda untuk menghindari serangan. Mereka mengganti identitas digital...

3 Syarat dari Iran Buat AS-Israel Kalau Mau Damai!! : Cek Rinciannya

astakom.com, Jakarta - Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian telah mengemukakan tiga syarat untuk menghentikan perang yang kini berlangsung antara Iran, Amerika Serikat, dan...

Pemimpin Tertinggi Iran Siap Lock Selat Hormuz, Dunia Ketar-ketir?

astakom.com, Jakarta - Iran akan tetap blok Selat Hormuz, rute pelayaran minyak terpadat di dunia, berdasarkan pernyataan yang dihubungkan dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang...

Macron Speak Up! Prajurit Prancis Tewas di Irak Akibat Serangan Iran

astakom.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari negara Prancis, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan kalau ada satu anggota militer Prancis yang udah meninggal gara...

Pesawat Pengisian Bahan Bakar AS Jatuh di Irak Pas Lagi Operasi Lawan Iran!

astakom.com, Jakarta - Pusat Komando Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pesawat pengisian bahan bakar milik militer AS mengalami kecelakaan jatuh di Irak pada Kamis...