Senin, 1 Sep 2025
Senin, 1 September 2025

Rahayu Saraswati: KEK Singhasari Perkuat Soft Power Indonesia Lewat Perpaduan Budaya dan Teknologi

astakom, Malang – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menilai bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari merupakan langkah strategis dalam memperkuat soft power Indonesia di tingkat global.

Menurut Saraswati, KEK Singhasari menjadi representasi sinergi antara warisan budaya Nusantara dengan kemajuan teknologi modern. Ia menilai kawasan ini berhasil mengembangkan ekosistem pendidikan dan ekonomi kreatif berbasis nilai-nilai lokal yang kuat.

“Ini merupakan sebuah terobosan, terutama dalam bidang pendidikan, sebagai persiapan Indonesia memiliki soft power secara internasional. KEK Singhasari telah menciptakan ekosistem luar biasa dengan nilai-nilai budaya yang kuat,” ujar Saraswati, Rabu (16/7).

Sebagai kawasan ekonomi khusus pertama yang mengintegrasikan pariwisata, teknologi digital, dan pendidikan, KEK Singhasari menunjukkan bagaimana sejarah dan masa depan dapat saling melengkapi.

Saraswati menyoroti bahwa kebanggaan terhadap warisan Kerajaan Singhasari telah mendorong kemajuan dalam bidang-bidang seperti artificial intelligence (AI) dan keamanan siber.

“Dari 800 tahun sejarah Kerajaan Singhasari, kita bisa tetap bangga dengan kekayaan budaya tanpa melupakan masa depan. Justru dari budaya, kita melompat ke teknologi,” tegas politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

Lebih jauh, Saraswati menekankan pentingnya pendidikan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sebagai fondasi kemajuan bangsa.

Ia mengapresiasi kehadiran lembaga pendidikan di KEK Singhasari yang fokus pada ekonomi kreatif dan digital, termasuk kolaborasi dengan universitas internasional bergengsi seperti King’s College London.

“Presiden Prabowo sangat menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda di bidang STEM. Dan di sini, fasilitas serta kurikulumnya sudah mulai ke arah sana. Ini perlu dukungan lebih besar,” lanjutnya.

Mengakhiri kunjungan, Saraswati menegaskan pentingnya KEK Singhasari menjadi katalis pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, khususnya pelaku UMKM.

“KEK ini tidak bisa hanya dimanfaatkan satu kelompok. Harus menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dengan daya tarik kuat bagi investor,” pungkasnya

Feed Update

Meski Demo di Berbagai Daerah, Gerindra Fokus Gelar Pengobatan Gratis Dua Hari Berturut-Turut

astakom, Jakarta – Di tengah maraknya aksi demonstrasi di sejumlah wilayah, Layanan Kemanusiaan DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tetap konsisten hadir di tengah...

Baru 1,5 Bulan, Omzet Koperasi Merah Putih Gedawang Semarang Capai Rp48 Juta

astakom.com, Semarang – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, meninjau operasional Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Gedawang,...

Percepat Deteksi Campak, Menkes Wacanakan Lab Khusus di Madura

astakom.com, Sumenep – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan wacana pendirian laboratorium diagnosis campak di Madura. Hal ini bertujuan agar kasus campak bisa lebih...

Kematian 20 Anak Jadi Ancaman Serius: Pemerintah Dorong Imunisasi Massal Campak

astakom.com, Sumenep – Sebanyak 20 anak meninggal dunia di Sumenep akibat campak. Data ini merupakan angka kumulatif kematian sejak Februari hingga Agustus 2025. Kondisi ini...

Terkini

Viral

Videos