Senin, 16 Mar 2026
Senin, 16 Maret 2026

Negosiasi Tarif AS Berlanjut, Airlangga Pastikan Saling Menguntungkan

astakom, Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk mempercepat proses negosiasi tarif dalam tiga minggu ke depan, menyusul keputusan Presiden AS, Donald Trump yang tetap mengenakan tarif 32 persen terhadap barang-barang produksi Indonesia.

Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan antara Delegasi Pemerintah Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dengan U.S. Secretary of Commerce, Howard Lutnick dan United States Trade Representative (USTR), Jamieson Greer, pada Rabu (9/7) kemarin.

“Kita sudah memiliki pemahaman yang sama dengan AS terkait progres perundingan,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi, yang dikutip astakom.com, Kamis (10/7).

Airlangga menuturkan, Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang diterima langsung oleh Pemerintah AS untuk membahas kelanjutan kerja sama tarif, yang menandai pentingnya posisi Indonesia dalam strategi dagang AS.

Dia pun menyampaikan apresiasi atas proses negosiasi yang dinilai konstruktif dan penuh semangat kerja sama. “Ke depan, kita akan terus berupaya menuntaskan negosiasi ini dengan prinsip saling menguntungkan,” ujar Airlangga.

Dalam forum tersebut, kedua belah pihak tak hanya membahas terkait kebijakan tarif, tetapi juga perihal hambatan non-tarif, hingga kerja sama ekonomi digital, keamanan ekonomi, serta peluang komersial dan investasi.

“Kita ingin meningkatkan hubungan komersial Indonesia dengan AS. Minggu lalu, perusahaan-perusahaan Indonesia di bidang pertanian dan energi telah menandatangani MoU dengan perusahaan-perusahaan AS untuk pembelian produk unggulan AS dan meningkatkan investasi,” lanjutnya.

Salah satu topik utama yang juga mendapat perhatian adalah kerja sama di sektor mineral kritis. Menurut Airlangga, AS menunjukkan ketertarikan besar terhadap potensi cadangan mineral Indonesia seperti nikel, tembaga, dan kobalt.

“AS menunjukkan ketertarikan yang kuat untuk memperkuat kemitraan di bidang mineral kritis. Indonesia memiliki cadangan besar nikel, tembaga, dan kobalt, dan kita perlu mengoptimalkan potensi kerja sama pengolahan mineral kritis tersebut,” ungkap Menko Airlangga.

Delegasi Indonesia juga menyatakan akan terus melanjutkan negosiasi dengan itikad baik, memastikan kerja sama yang terjalin memberi manfaat konkret bagi kedua negara.

Turut mendampingi Menko Airlangga dalam pertemuan ini adalah Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono, Deputi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, Deputi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo, serta Asisten Deputi Irwan Sinaga.

Feed Update

Trump Berharap Keterlibatan Negara Lain Amankan Selat Hormuz, Amerika Menyerah?

astakom.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump udah menekan negara-negara lain buat mengirimkan kapal perang guna memastikan Selat Hormuz tetap terbuka untuk...

Iran Nangkep 20 Diduga Mata-mata Israel: Drama Banget!

astakom.com, Jakarta - Iran menangkap total 20 individu di bagian barat laut negara tersebut. Total dua puluh orang tersebut ditangkap karena diduga berkolaborasi dengan...

Netanyahu Masih Hidup? Iran: Kami Kejar Terus!

astakom.com, Jakarta - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran masih berlangsung di Timur Tengah (Timteng). Iran berkomitmen untuk mengejar dan membunuh...

Prabowo: Perang AS-Israel di Iran? Gak Rasional!

astakom.com, Jakarta - Prabowo Subianto, jenderal purnawirawan yang saat ini memimpin negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Ia menyatakan dalam wawancara kepada Bloomberg...

Iran Nolak Pesan Trump: Gencatan Senjata? No Way!

astakom.com, Jakarta - Teheran menolak dua permohonan dari utusan khusus Presiden AS Donald  Trump, Steve Witkoff, yang menginginkan penghentian gencatan senjata. Pemerintah Iran percaya bahwa...

Rusia-China Bentrok Sama AS di DK PBB Demi Bela Iran!!

astakom.com, Jakarta - Amerika Serikat beserta sekutunya berkonflik dengan Rusia dan China di pertemuan Dewan Keamanan PBB ketika membahas Iran, Kamis (12/3/2026). Dalam pernyataan di...