Minggu, 31 Agu 2025
Minggu, 31 Agustus 2025

KSAD: Agroforestry Dorong Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan Nasional

astakom, Purwakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, melaksanakan panen komoditas hortikultura dalam program Agroforestry di Gunung Hejo, Subang, Jawa Barat.

Program ini dikembangkan untuk mendorong kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Panen mencakup tanaman cabai, tomat, terong, dan komoditas lainnya, hasil budidaya sistem Agroforestry yang mengintegrasikan pertanian dan kehutanan di lahan nonproduktif.

Kegiatan ini merupakan kerja sama Alumni Persada 92 dengan TNI AD, Pemprov Jawa Barat, instansi kehutanan, PT Pupuk Indonesia, dan masyarakat sekitar.

“Ini adalah salah satu program yang kita tunjukkan bahwa kita akan membuat 950 hektar kebun buah dan juga tanaman hortikultura. Jadi kita membentuk Agroforestry yang akan terus dilanjutkan bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia,” jelas KSAD kutip astakom, Senin, (7/7).

Menurut KSAD, program ini merupakan bagian dari kesepakatan antara TNI AD dan Pemprov Jawa Barat, mencakup pertanian, dapur sehat, peternakan, penyediaan air bersih, hingga pembangunan akses jalan ke sekolah.

KSAD menegaskan bahwa kontribusi TNI AD di bidang ketahanan pangan sudah nyata. “Hasil panen sudah jelas masyarakat bisa bekerja, dan dengan swasembada pangan, negara Indonesia tidak perlu impor,” tegasnya.

Agroforestry ini juga dikembangkan di wilayah Purwakarta, Cianjur, Pangalengan, Pangandaran, Garut, dan Ciemas Sukabumi, dengan target sekitar 200 hektar lahan per lokasi. Program ini melibatkan kelompok tani lokal untuk menjamin keberlanjutan dan manfaat ekonomi jangka panjang.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik inisiatif ini. “Kepeloporan TNI adalah kepeloporan untuk mengembalikan masyarakat Jawa Barat mencintai tanahnya, mencintai airnya, dan menanami untuk kesejahteraan. Tidak ada alasan untuk impor pangan jika masyarakat punya tanaman dan hewan ternak di setiap rumah,” ujarnya.

Program Agroforestry Gunung Hejo menjadi bagian dari inisiatif TNI AD untuk menghidupkan kembali lahan tidur dan kawasan hutan produksi terbatas menjadi lahan produktif, ramah lingkungan dan berdaya saing.

Panen perdana ini menjadi langkah awal dari upaya membangun pertanian terintegrasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia, guna mendukung ketahanan wilayah sekaligus mendorong kemandirian ekonomi nasional.

Feed Update

Perkuat Ketahanan Pangan, Bappenas Gandeng Akademis dan Swasta Kembangkan Sapi Merah Putih

astskom.com, Jakarta – Kementerian PPN/Bappenas menggandeng PT Moosa Genetika Farmindo dan IPB University dalam penguatan potensi pengembangan Sapi Merah Putih. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy...

Bakamla RI Terima Courtesy Call Komandan Maritime Border Command Australia

astakom.com, Jakarta - Bakamla RI yang diwakili oleh Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla RI Laksda TNI Samuel Kowaas, menerima Courtesy Call atau kunjungan kehormatan Rear...

Panglima TNI Tunjuk Brigjen Freddy Ardianzah Jadi Kapuspen TNI

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto resmi menunjuk Brigjen (Marinir) Freddy Ardianzah sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI pada hari Rabu, (20/8).

Menlu RI-Menlu Korsel Siap Kerjasama Ketahanan Pangan hingga Energi

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menyampaikan rasa senang dapat bertemu dengan H.E Cho Hyun, Menteri Luar Negeri Republik Korea (RoK), dalam pertemuan bilateral yang digelar di Seoul pada Kamis (21/8/2025).

Terkini

Viral

Videos