Sabtu, 14 Mar 2026
Sabtu, 14 Maret 2026

Mengenal Tradisi Pacu Jalur Riau, Lomba Dayung Viral dari Tren Aura Farming

astakom, Jakarta – Festival olahraga Pacu Jalur yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf di Tepian Narosa, Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, kini viral mendunia.

Tradisi mendayung perahu panjang khas Kuansing ini viral di internet berkat kemunculan tren “aura farming” yang menampilkan potongan aksi penari cilik dalam gelaran tersebut.

Klip video itu mendunia hingga tren aura farming versi penari cilik Pacu Jalur tersebut diikuti bintang internasional, seperti bintang NFL sekaligus pacar Taylor Swift, Travis Kelce, hingga YouTuber KSI.

Pacu Jalur merupakan lomba dayung tradisional khas daerah Kuantan Singingi atau Kuansing, Riau. Perlombaan itu menjadi pesta rakyat meriah yang rutin digelar di Kuantan Singingi.

Istilah pacu jalur berasal dari bahasa Minangkabau Timur yang berarti lomba perahu atau balapan perahu.

Astakom mengutip dari situs Kementerian Pariwisata, Pacu Jalur jadi tradisi di Kuantan Singingi berabad-abad.

Konon, perlombaan itu sudah ada sejak abad ke-17 sebagai kompetisi antara warga desa memakai perahu besar yang dikenal dengan sebutan jalur.

Lomba balapan jalur alias perahu itu seiring waktu berkembang menjadi kompetisi Pacu Jalur. Ajang itu semula digelar memperingati hari-hari besar Islam, kemudian sempat dilanjutkan pada masa penjajahan Belanda untuk merayakan ulang tahun Ratu Belanda.

Setelah kemerdekaan Indonesia, tujuan perlombaan itu beralih jadi Festival Pacu Jalur yang menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan RI pada Agustus.

Festival itu tercatat sudah berusia ratusan tahun karena secara resmi dimulai pada 1903. Tahun ini, Festival Pacu Jalur akan diadakan di Kuantan Singingi pada 20-25 Agustus 2025.

Perlombaan Pacu Jalur memakai perahu jalur yang terbuat dari satu pohon utuh dengan panjang 25-40 meter. Jalur itu mampu menampung 50-60 pedayung yang dikenal dengan sebutan anak pacu.

Setiap orang di perahu memiliki tugas masing-masing, seperti Tukang Concang (komandan), Tukang Pinggang (juru mudi), dan Tukang Onjai (pemberi irama).

Sementara itu, penari cilik yang berada di posisi depan perahu disebut sebagai Tukang Tari atau Anak Coki. Sebenarnya ada penari lainnya di bagian tengah perahu yang disebut Timbo Ruang, dan Tukang Onjai yang berada di bagian belakang.

Ketiganya memiliki fungsi berbeda. Anak Coki akan menari bila perahu yang ia kendarai unggul, sementara Timbo Ruang bertugas memberikan komando bagi para anak pacu atau atlet, dan Tukang Onjai berfungsi mengarahkan jalur.

Mengenal tradisi pacu jalur
Kepala Dinas Pariwisata Riau, Haji Roni Rakhmat, menjelaskan bahwa tradisi Pacu Jalur awalnya berfungsi sebagai transportasi utama di sepanjang Sungai Batang Kuantan, dari Hulu Kuantan hingga Cerenti.

Seiring waktu, perahu panjang ini dihias dengan ornamen khas daerah seperti kepala ular, buaya, atau harimau. Pemerintah telah menetapkan Pacu Jalur sebagai Warisan Budaya Nasional Takbenda sekaligus agenda pariwisata nasional KEN.

“Sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya tersebut, pemerintah Indonesia mendukung Festival Pacu Jalur diadakan setiap tahun di Kuantan Singingi dan mempromosikan pentingnya festival tersebut kepada masyarakat luas baik nasional maupun internasional,” ucap Roni.

Menanggapi viralnya Pacu Jalur di media sosial, Roni mengaku sangat gembira. Ia menyebut popularitas ini menunjukkan kekuatan kearifan lokal yang mampu bersaing di kancah global.

“Ini membuktikan bahwa kearifan lokal kita memiliki daya tarik universal dan mampu bersaing di panggung global. Fenomena ini juga menjadi momentum emas untuk semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Riau dan Kuantan Singingi, sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat lokal terhadap budayanya sendiri,” tutur Roni, dengan bangga.

Pacu Jalur bukan hanya sekadar olahraga dayung, melainkan perpaduan antara seni, olahraga, dan olah batin.

Kepercayaan masyarakat setempat menyebut bahwa kekuatan batin pawang atau dukun perahu sangat menentukan kemenangan, sehingga terdapat ritual khusus mulai dari pemilihan kayu, pembuatan perahu, hingga perlombaan.

Feed Update

Cendikiawan NU: Perang Amerika-Iran-Israel Jangan Bawa- Bawa Agama!

astakom.com, Jakarta- Pada sebuah Talkshow di stasiun Tv Nasional, cendikiawan muda NU Islah Bahrawi atau sosok yang biasa disapa Cak Islah ini menekankan tidak...

Perpempuan Gerindra Gelar Santunan Anak Yatim dan Bagikan 1.000 Paket Sembako

astakom.com, Jakarta – Jumat berkah. Begitulah gambaran suasana hangat dan penuh kebersamaan yang terpancar di Kantor DPP Partai Gerindra pada Jumat sore (13/3/2026). Momen...

Presiden Prabowo dan Jajarannya Membayar Zakat, Baznas: Teladan Pemimpin Dorong Kepercayaan Publik

astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto hingga jajaran menteri, wakil menteri Kabinet Merah Putih membayar zakat ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana...

Anak Buah Prabowo Apresiasi Persiapan Pengamanan Nyepi dan Lebaran 2026

Astakom.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, memberikan apresiasi kepada jajaran Polri atas kesiapan mereka dalam mengamankan...

Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman Sudjatmiko: Langkah Strategis Putus Rantai Kemiskinan

astakom.com, Jakarta — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menilai program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda merupakan langkah strategis pemerintah...

Kemenkes Dukung PP Tunas, Soroti Dampak Kesehatan Anak

astakom.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyatakan dukungannya terhadap penguatan kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang tengah didorong pemerintah melalui sejumlah...