Sabtu, 14 Mar 2026
Sabtu, 14 Maret 2026

Bumi Akan Berputar Luar Biasa Cepat pada Bulan Juli dan Agustus

astakom, Jakarta – Sejak 2020, Bumi telah mencatat hari-hari yang sangat pendek di pertengahan tahun. Hal ini akan terjadi lagi pada tahun 2025 sekitar tanggal 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus.

Menurut pengamatan dari lembaga pemantau rotasi Bumi, IERS (International Earth Rotation and Reference Systems Service), 9 Juli 2025 diprediksi akan lebih pendek 1,30 milidetik dari panjang hari normal (86.400 detik). Sementara 22 Juli dan 5 Agustus masing-masing akan lebih pendek 1,38 dan 1,5 milidetik.

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Sejak 2020, catatan menunjukkan tren percepatan rotasi Bumi yang belum sepenuhnya bisa dijelaskan. Bahkan, pada 2024 tercatat hari terpendek dalam sejarah modern, yang 1,66 milidetik lebih cepat dari biasanya.

Meski Bulan dianggap sebagai penyebab perlambatan rotasi Bumi dalam jangka panjang, ia juga bisa mempercepat rotasi. Semakin dekat posisi Bulan ke ekuator Bumi, semakin besar gaya tarik yang memperlambat Bumi.

Hari-hari terpendek ini diprediksi terjadi karena Bulan berada pada jarak maksimum dari ekuator Bumi, demikian dikutip dari IFL Science, Selasa (1/7).

Fenomena ini dapat diprediksi oleh astronom, tetapi tetap dianggap mengejutkan. Sejak 1972, telah ditambahkan 27 detik kabisat untuk mengkompensasi perlambatan rotasi Bumi.

Namun sejak 2016, tidak ada satu pun detik kabisat yang dibutuhkan, dan IERS telah mengonfirmasi bahwa tidak ada detik kabisat yang akan ditambahkan tahun ini pada bulan Juni.

Tak ada yang benar-benar yakin mengapa tren perlambatan ini berbalik arah dalam beberapa tahun terakhir.

“Tidak adanya kebutuhan untuk detik kabisat ini tidak terduga,” kata Judah Levine, fisikawan dari divisi waktu dan frekuensi di National Institute of Standards and Technology, seperti dikutip astakom.com, Kamis (3/7).

“Asumsinya adalah Bumi akan terus melambat dan detik kabisat akan terus diperlukan. Jadi fenomena ini sangat mengejutkan,” imbuhnya.

IERS sendiri akan terus memantau rotasi Bumi seperti biasa dan dapat memastikan seberapa pendek hari-hari di bulan Juli dan Agustus ini.

Feed Update

Kemkomdigi Buka Akses Informasi PP Tunas Lewat Situs tunasdigital.id

astakom.com, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) membuka akses informasi terkait kebijakan perlindungan anak di ruang digital melalui situs tunasdigital.id. Platform ini disiapkan sebagai...

Google Maps Hadirkan Navigasi 3D dan AI Gemini, Pengguna Kini Bisa ‘Ngobrol’ dengan Peta

astakom.com, Jakarta – Google kembali menghadirkan inovasi pada layanan navigasinya. Melalui pembaruan terbaru, Google Maps kini dilengkapi tampilan navigasi 3D imersif serta integrasi kecerdasan...

Disepakati 7 Kementrian! AI Resmi Masuk Dunia Pendidikan Indonesia

astakom.com, Techno– Pemerintah resmi menetapkan pedoman pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tujuh menteri. Kebijakan lintas...

Indonesia Siap Sambut Era 6G, BRIN Kembangkan Antena Mini untuk Internet Super Ngebut

astakom.com, Jakarta - Indonesia mulai menyiapkan fondasi teknologi internet generasi berikutnya. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan teknologi antena yang dirancang untuk...

Mudik Lebaran 2026 Makin Canggih, Korlantas Polri Kerahkan Drone dan Sistem Informasi Real-Time

astakom.com, Jakarta - Lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran 2026 mendorong Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memperkuat pengawasan lalu lintas dengan teknologi digital. Salah...

Libur Lebaran Jangan Cuma Main HP, Menkomdigi Ajak Orang Tua Batasi Gadget Anak

astakom.com, Jakarta - Libur Lebaran dinilai menjadi waktu yang tepat bagi keluarga untuk kembali mempererat hubungan tanpa terlalu bergantung pada perangkat digital. Pemerintah pun...