Sabtu, 5 Jul 2025
Sabtu, 5 Juli 2025

Petugas POPT Ibarat Satria Baja Hitam, dan Balai Pertanian Karawang Markasnya

astakom, Karawang – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengibaratkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) seperti Satria Baja Hitam. Mereka menjadi ujung tombak di lapangan dalam melakukan pengamatan, identifikasi, hingga penanggulangan awal serangan hama.

Sudaryono menyampaikan hal tersebut dalam kunjungannya ke Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tanaman (BBPOPT) di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/5).

Baca juga :

Tidak ada rekomendasi yang ditemukan.

”POPT ini adalah orang-orang yang bekerja silent, Satria Baja Hitam yang membasmi hama, sangat berjasa untuk hajat hidup orang banyak. Dia tugasnya mengamati, dia langsung diidentifikasi, kemudian sebisa mungkin sebelum menular yang banyak itu dikendalikan,” jelasnya.

Sudaryono menilai, apa yang dilakukan petugas PPOT berjasa besar dalam membantu para petani tetap bisa memetik hasil panennya. Hal ini jauh lebih baik dibandingkan para petani mengalami gagal panen akibat hama.

Di samping mengapresiasi kerja para petugas (POPT) yang tersebar di seluruh Indonesia, Wamentan juga menyebut Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) sebagai markas Satria Baja Hitam.

Karena, kata Wamentan, apa yang mereka lakukan jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan penanganan setelah serangan meluas.

“Kalau hama sudah banyak, biayanya besar, dampaknya luas, dan biasanya petani terpaksa pakai pestisida. Padahal pestisida itu mahal dan punya efek negatif jangka panjang. Maka pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.

Wamentan menekankan pentingnya penanganan hama dan penyakit yang dapat berpengaruh pada produksi pertanian. Tugas BBPOPT tidak sekadar merespons serangan hama, melainkan melakukan deteksi dini dan peramalan berbasis pola agar ancaman bisa diantisipasi sejak awal.

“Ini adalah balai besar yang kerjanya bagaimana meramalkan dan menanggulangi hama yang kemungkinan akan menyerang tanaman kita, bisa padi, jagung, buah-buahan, dan lainnya,” tutur Sudaryono seperti dikutip astakom.com dalam siaran persnya, Sabtu (17/5).

Selain memantau dan meramalkan, lanjut Wamentan, tugas BBPOPT juga memastikan agar ancaman itu bisa ditangani sebelum berdampak luas pada produksi pangan kita.

Untuk itu, ia mengapresiasi dan mendorong peran BBPOPT Kementerian Pertanian terus melakukan deteksi dini dan langkah pencegahan hama dan penyakit.

Wamentan menambahkan bahwa tugas BBPOPT tidak sekadar merespons serangan hama, melainkan melakukan deteksi dini dan peramalan berbasis pola agar ancaman bisa diantisipasi sejak awal.

Selain itu, Wamentan Sudaryono juga berharap sinergi antara POPT, penyuluh pertanian, serta pemanfaatan teknologi informasi agar respons pengendalian hama bisa lebih cepat dan akurat.

Ke depan, ia menyebut Kementerian Pertanian akan terus memperkuat dukungan terhadap BBPOPT, baik dari sisi SDM, sarana, maupun inovasi teknologi.

“BBPOPT ini bukan hanya soal Karawang, tapi soal ketahanan pangan nasional. Peran mereka strategis, karena tanpa perlindungan tanaman yang kuat, produksi pangan kita terancam,” tutupnya.

Rubrik Sama :

Demi Ketahanan Pangan Nasional, Kementerian PU Serius Tangani Sampah di Saluran Irigasi

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menaruh perhatian serius terhadap peran strategis irigasi dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional. Salah satu fokus utama adalah penanganan sampah yang kerap menghambat distribusi air ke lahan pertanian.

Bappenas dan AFTECH Perkuat Daya Saing Sektor Riil Melalui Optimalisasi Ekosistem Digital

astakom, Jakarta – Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengungkapkan, banyak strategi bisa dilakukan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen yang digencarkan pemerintahan Prabowo Subianto....

Tekanan Global Meningkat, Pemerintah Gercep Lakukan Mitigasi Demi Jaga Ekonomi RI

Pemerintah Indonesia bergerak cepat dalam merespons berbagai tekanan global, yang salah satunya dipicu oleh melemahnya sejumlah indikator internasional, termasuk pelemahan aktivitas manufaktur dan fluktuasi harga komoditas.

Pertamina Raih Penghargaan ESG 2025, Bukti Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

astakom, Jakarta – Pertamina Group berhasil meraih tiga penghargaan ESG dalam acara IDX Channel Anugerah ESG 2025 “Navigating ESG In Global Economy Uncertainty” yang...
Cover Majalah

Update