Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

ChatGPT Rugi Ratusan Miliar Rupiah Gegara Terlalu Sopan, Kok Bisa?

astakom, Jakarta – Kata orang, sopan santun itu penting. Tapi siapa sangka, bagi salah satu chatbot Artificial Inteligence (AI) yang sejauh ini disebut menjadi yang paling canggih di dunia, ChatGPT, kesopanan justru bikin rugi besar.

OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, dikabarkan mengalami kerugian sekitar USD 10,5 juta atau sekitar Rp168 miliar hanya karena AI-nya terlalu sering menggunakan kata-kata seperti ‘tolong’, ‘maaf,’ dan frasa sopan lainnya.

Kerugian itu sebagaimana disampaikan oleh CEO OpenAI, Sam Altman melalui sebuah cuitan di akun X resminya, @Sama.

“Saya jadi bertanya-tanya berapa banyak uang yang hilang dari OpenAl akibat biaya listrik yang dikeluarkan orang-orang yang mengucapkan ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ kepada model mereka,” tulis Sam, sebagaimana dikutip astakom.com, Rabu (23/4).

Kenapa Bisa Rugi?

Masalahnya bukan pada etika, tapi efisiensi pemrosesan data. Setiap kata yang diketik dan dihasilkan oleh ChatGPT memerlukan daya komputasi, dan itu berarti biaya. Semakin panjang respons yang diberikan AI, maka semakin tinggi pula konsumsi daya server.

Menurut laporan internal yang bocor ke media teknologi, ChatGPT mengalami lonjakan biaya karena ‘over-polite phrasing’, jawaban yang terlalu panjang dan penuh basa-basi.

Contohnya, daripada menjawab ‘Ya’, ChatGPT akan menjawab, ‘Tentu, dengan senang hati saya akan membantu Anda.’ Kedengarannya ramah, tapi untuk mesin, itu berarti ribuan karakter tambahan per hari, bahkan per detik.

Skala pengguna ChatGPT yang sudah mencapai ratusan juta membuat pengaruh kata-kata ini cukup signifikan. Biaya server yang digunakan OpenAI ditaksir mencapai jutaan dolar per bulan.

Dan kata-kata ‘maaf atas ketidaknyamanannya’ yang terkesan sepele itu, jika dikalikan jutaan percakapan setiap hari, bisa membakar dana miliaran dalam setahun.

Atas permasalahan tersebut, OpenAI, sebagaimana dilansir dari laman GSM Arena sedang mengembangkan versi ‘hemat kata’ untuk mengurangi pemborosan biaya tanpa mengorbankan kualitas jawaban.

Dari kisah ini, muncul pertanyaan menarik tentang haruskah kecerdasan buatan tetap sopan jika itu berdampak besar pada biaya operasional? Namun di satu sisi, pengguna merasa nyaman dengan AI yang ramah dan empatik.

Di sisi lain pula, perusahaan teknologi seperti OpenAI ini harus realistis dengan angka pengeluaran yang terus membengkak, untuk dapat terhindar dari risiko bangkrut.

Untuk saat ini, memang belum ada keputusan final dari OpenAI terkait efisiensi kata ini. Namun ada satu hal pasti dan related dengan kondisi saat ini, yakni kesopanan ternyata ada harganya.

Jadi, kalau suatu hari ChatGPT jadi lebih to the point dan berhenti bilang ‘terima kasih sudah bertanya,’ Gen Asta jangan kaget ya. Mungkin itu menjadi langkah Open AI untuk menyelamatkan uang ratusan miliar rupiah.

Feed Update

Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Pecahkan Rekor Box Office Indonesia, Geser Avengers: Endgame

astakom.com, Jakarta - Film komedi Agak Laen: Menyala Pantiku! mencetak sejarah baru di industri perfilman nasional setelah resmi menjadi film dengan jumlah penonton terbanyak...

Kontroversi Chat Pribadi Picu Kecaman, Foto Momen Duka Barbie Hsu Diduga Dipakai Rayu Wanita

astakom.com, Jakarta – Nama mendiang aktris Taiwan Barbie Hsu kembali menjadi sorotan publik setelah muncul kontroversi yang menyeret anggota keluarganya. Seorang adik ipar sang aktris...

Mantan Suami Britney Spears Digugat Bank, Utang Kartu Kredit Tembus Rp205 Juta

astakom.com, Jakarta - Mantan suami penyanyi pop dunia Britney Spears, Kevin Federline, dilaporkan menghadapi gugatan hukum dari Bank of America terkait dugaan tunggakan kartu...

Heeseung Dikabarkan Keluar dari ENHYPEN! Agensi BELIFT LAB Sampaikan Pernyataan Resmi

astakom.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari industri K-Pop setelah beredar laporan mengenai salah satu anggota boy group ENHYPEN, yaitu Lee Heeseung, yang disebut...

Kabar Duka! Genta KDI Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Penyakit

astakom.com, Jakarta - Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka. Penyanyi dangdut jebolan ajang pencarian bakat Kontes Dangdut Indonesia (KDI), Genta KDI, dikabarkan meninggal dunia...

Dunia Musik Berduka! Deretan Musisi yang Tutup Usia Sepanjang 2026

astakom.com, Jakarta - masuk ke minggu ke 8 pada tahun 2026, tahun ini menjadi periode yang penuh kehilangan bagi industri musik Sejumlah musisi dari Indonesia...