astakom.com, Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Rosan Roeslani melaporkan jumlah realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang tahun 2025.
Dari Januari hingga Desember tahun lalu, lima negara ini menjadi investor terbanyak di Indonesia. Lima negara berikut diurutkan berdasarkan jumlah realisasi investasi terbesar.
Pertama, negara Singapura berkontribusi menginvestasikan uangnya di Indonesia sebesar USD17,4 Miliar. Selanjutnya di posisi kedua adalah Hong Kong, nilai investasinya sebesar USD10,6 Miliar.
China menempati posisi ketiga dengan nilai investasi sampai USD7 Miliar, dan posisi ke empat adalah Malaysia dengan total invest USD4,5 Miliar.
Negara investasi ke RI karena beberapa faktor
Jepang menjadi negara ke lima yang menginvestasikan uangnya ke Indonesia. Jumlah uang yang diinvestasikan Jepang senilai USD3,1 Miliar.
Rosan Roeslani menyebutkan bahwa investasi luar negeri ini akan tetap terjadi, melihat kondisi negara kita yang stabil dari berbagai aspek.
“Memang investasi luar negeri ini tetap terjadi, karena mereka melihat bahwa di tempat kita masih menjaga stabilitas politik, ekonomi dan itu yang mereka lihat,” kata Rosan, dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi 2025, beberapa waktu lalu di bilangan Jakarta dikutip pada Senin (19/1/2026).
Sektor yang jadi sasaran investasi
Adapun sektor yang menyumbang realisasi investasi terbesar di Indonesia adalah sektor industri logam dasar. Penanaman modal asing (PMA) sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi sasaran utama investasi.
Nilai realisasinya mencapai USD14,6 Miliar. Angka itu sebanding dengan 26,0 persen dari total penanaman modal asing. Selanjutnya, pada penanaman modal dalam negeri (PMDN) realisasi investasi yang besar dipegang oleh sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi.
Realisasi investasi atau penanaman modal dalam negeri
Ketiga sektor itu dikucuri dana investasi sebesar Rp158,6 Triliun, atau setara dengan 15,4 persen dari jumlah investasi yang masuk.
Posisi kedua, adalah sektor Pertambangan dengan jumlah Rp123,8 triliun yakni sekitar 12,0 persen dari seluruh jumlah investasi. Ketiga adalah sektor Perumahan dan Kawasan Industri dan Perkantoran sebanyak Rp99,6 Triliun atau 9,7 persen.
Untuk Jasa lainnya mendapat investasi sebanyak Rp98,6 Triliun atau 9,6 persen. Serta sektor Perdagangan dan Reparasi Rp92,9 Triliun atau 9,0 persen.

