Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

4 Warga Tewas Pasca Demo di DPRD Makassar, Prabowo Sebut Ulah Perusuh

astakom.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa tewasnya empat warga sipil di Makassar merupakan akibat tindakan perusuh, bukan bagian dari penyampaian aspirasi yang seharusnya.

Hal itu disampaikan Presiden usai menjenguk sejumlah korban aksi demonstrasi yang berujung ricuh di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9).

“Dan ingat, di Sulawesi Selatan ada empat orang tidak bersalah, orang tidak berpolitik menjadi korban, gedung DPR dibakar, ini tindakan-tindakan makar ini, ini bukan penyampaian aspirasi,” ungkapnya.

Prabowo menyampaikan bahwa dirinya telah memerintahkan aparat penegak hukum untuk segera menyelidiki pelaku dan memastikan semua pihak yang bertanggung jawab diadili. Ia selanjutnya menegaskan komitmennya untuk melindungi rakyat dan menghadapi mafia tanpa rasa ragu.

“Jadi, semua aparat negara akan selidiki, siapa yang bertanggung jawab, saya menduga kita sudah ada indikasi-indikasi dan kita akan tidak ragu-ragu, saya tidak ragu-ragu membela rakyat, saya akan hadapi mafia-mafia yang sekuat apapun saya hadapi atas nama rakyat,” jelasnya.

Prabowo juga kembali menegaskan tekadnya untuk memberantas praktik korupsi yang merugikan bangsa.

“Saya bertekad memberantas korupsi, sekuat apapun mereka, demi Allah saya tidak akan mundur setapak pun. Saya yakin rakyat bersama saya,” ucapnya.

Adapun empat warga sipil yang menjadi korban meninggal dunia akibat aksi perusuh di Makassar tercatat sebagai berikut:

1. Saiful Akbar – Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, meninggal di RS Grestelina
2. Sarina Wati – Staf DPRD, meninggal di TKP lalu dibawa ke RS Bhayangkara
3. Muhammad Akbar Basri (Abay) – Staf Humas DPRD, alamat Balang Baru 2, meninggal di TKP lalu dibawa ke RS Bhayangkara
4. Rusdamiansyah – Warga Jalan Urip Sumoharjo Lorong 501, meninggal di RS Kemenkes CPI setelah dirujuk dari RS Ibnu Sina.

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tewasnya empat warga sipil di Makassar bukanlah akibat penyampaian aspirasi, melainkan ulah perusuh yang melakukan tindakan anarkis hingga membakar gedung DPRD. Ia memerintahkan aparat menindak tegas pelaku dan menegaskan komitmennya melindungi rakyat, melawan mafia, serta memberantas korupsi tanpa kompromi. Tragedi ini sekaligus menjadi peringatan bahwa demokrasi harus dijalankan dengan damai, bukan dengan kekerasan.

Feed Update

KPK Periksa Ketum PP Japto Soerjosoemarno, Dalami Dugaan Gratifikasi Tambang di Kukar

astakom.com, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan penerimaan keuntungan dari hasil tambang di Kutai Kartanegara (Kukar) oleh Ketua Umum (Ketum) Pemuda Pancasila...

KSP Nilai Indonesia Aman di Tengah Konflik Timur Tengah: Presiden Prabowo sangat Visioner!

astakom.com, Jakarta — Memanasnya konflik di Timur Tengah antara Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari menilai bahwa Indonesia...

Hilal Check! BMKG & BRIN Prediksi Lebaran 2026 Jatuh pada 21 Maret

astakom.com, Jakarta - Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, muncul diskursus mengenai perbedaan tanggal hari raya yang diprediksi jatuh antara 20 atau 21 Maret 2026. Sebagai rujukan...

Kemenpar Gaspol Benahi Standar Usaha Pariwisata, Perkuat Perizinan dan Sertifikasi

astakom.com, Jakarta – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) terus memperkuat tata kelola sektor pariwisata dengan menekankan pentingnya perizinan, standardisasi, dan sertifikasi bagi pelaku usaha...

Mendikdasmen Resmikan 726 Sekolah Hasil Revitalisasi TA 2025 di Aceh

astakom.com, Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran (TA) 2025 di Kabupaten Bireuen, Provinsi...

Eks Menag Yaqut Resmi Ditahan KPK Hari Ini untuk 20 Hari Pertama

astakom.com, Jakarta — Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut telah resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan tindak...