astakom.com, Jakarta – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh menyerukan agar aksi penjarahan yang belakangan ini terjadi di rumah sejumlah pejabat negara dan legislator.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi melakukan tindakan-tindakan yang tidak dibenarkan secara hukum maupun agama, seperti tindakan anarkistik, vandalisme, hingga penjarahan yang sama saja merampas hak orang lain.
“Masyarakat agar menahan diri dari tindakan anarkistik, vandalisme, perusakan fasilitas publik, serta penjarahan dan pengambilan properti orang lain secara tidak hak,” kata Niam melalui keterangan tertulisnya, dikutip astakom.com, Minggu (31/8).
Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi, bahkan dalam situasi penuh kemarahan, tidak boleh diikuti dengan tindakan destruktif. Menurutnya, aksi penjarahan jelas bertentangan dengan hukum agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Bagi massa yang mengambil, menyimpan, dan/atau menguasai barang secara tidak hak, agar segera mengembalikan kepada pemilik atau kepada yang berwajib, supaya tidak bermasalah secara hukum di kemudian hari,” tegasnya.
Niam juga mengajak masyarakat untuk melakukan introspeksi (muhasabah) serta bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian. Ia menilai, penyampaian aspirasi harus ditempuh melalui cara-cara yang bermartabat dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat luas.
Di sisi lain, Niam juga mengajak masyarakat, utamanya para pejabat untuk menghindari sikap-sikap yang menunjukkan gaya hidup mewah.
“Di tengah situasi sosial ekonomi dan sosial politik yang kurang baik, kesenjangan yang masih tinggi, maka pejabat dan masyarakat sudah seharusnya mengedepankan gaya hidup yang sederhana, membangun solidaritas sosial, mengedepankan semangat kesetiakawanan sosial, serta menghindari flexing, gaya hidup mewah dan hedonisme, meski sekadar untuk konten,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, masyarakat dikabarkan melakukan penjarahan di sejumlah rumah pribadi anggota DPR RI, salah satunya Ahmad Sahroni yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (30/8) kemarin.
Tak hanya Sahroni, rumah pribadi anggota Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio juga menjadi sasaran penjarahan.
Terbaru, rumah pribadi Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, turut menjadi sasaran warga. Berdasarkan pantauan redaksi, sejumlah lukisan dan barang-barang lainnya milik bendahara negara itu berceceran di luar rumah.
Gen Z Takeaway
Jadi gini, guys — pesan dari MUI lewat KH Asrorun Niam Sholeh tuh clear banget: demo itu sah buat nyuarain aspirasi, tapi jangan sampai kebablasan jadi penjarahan atau anarkisme yang malah ngerugiin orang lain dan bikin kita bermasalah hukum maupun agama. Apalagi sampai ngacak-ngacak rumah pejabat, itu bukan solusi tapi nambah masalah baru.
Justru sekarang waktunya kita bisa lebih elegan: kritik boleh, tapi dengan cara yang bermartabat. Pejabat juga diminta stop flexing dan lebih nunjukin solidaritas sosial.