astakom.com, Jakarta – Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat (OR TKPEKM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Agus Eko Nugroho menyatakan, industri gim berbasis digital sangat potensial untuk dikembangkan.
Pengembangan subsektor industri ini terkait dengan besarnya jumlah pengguna gim di Indonesia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, menjadikan sektor ini sebagai peluang strategis.
Hal tersebut disampaikan Agus Eko, dalam kegiatan Science to Policy Dialogue bertajuk “From Coding to Commodity: Mendorong Daya Saing Game Developer Lokal di Pasar Global”, pada Kamis (28/8).
Menurut Agus, Indonesia memiliki pasar yang sangat besar bagi industri gim global, bahkan diperkirakan menjadi salah satu pasar terbesar di Asia maupun dunia. Namun demikian, ia menilai ada tantangan besar yang harus segera diatasi.
“Tantangannya adalah bagaimana pemerintah mampu memperkuat ekosistem industri ini. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen aktif, tetapi juga produsen gim yang memiliki daya saing kuat di tingkat global,” jelas Agus, dalam keterangan dikutip astakom.com, Jumat (29/8).
Agus menegaskan, hasil diskusi ini diharapkan dapat memberikan masukan penting bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam upaya membangun industri gim nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Kegiatan yang diinisiasi Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan (PR EIJP) BRIN ini diharapkan dapat menjadi forum strategis untuk memahami dinamika industri gim sekaligus merumuskan solusi konkret bagi pengembangan ekosistemnya.
Gen Z Takeaway
Kepala Organisasi Riset Pemerintahan dan Ekonomi BRIN Agus Eko Nugroho bilang industri gim digital potensi dikembangin. Apalagi, pasar gim di Indonesia terbesar di Asia. Makanya industri mesti dikembangkan. Gak cuma untuk pasar lokal, kalau perlu supaya bisa bersaing sama industri gim global.