astakom.com, Jakarta – Masa depan manajer Ruben Amorim di Manchester United tengah berada di ujung tanduk. Pertandingan melawan Burnley pada Sabtu (30/8) malam WIB disebut-sebut bisa menjadi momen krusial yang menentukan nasibnya di kursi kepelatihan.
Musim 2025/2026 berjalan tidak sesuai harapan bagi Setan Merah. Mereka menelan kekalahan 0-1 dari Arsenal pada laga pembuka Premier League dan hanya bermain imbang 1-1 melawan Fulham. Situasi makin pelik setelah MU disingkirkan tim divisi keempat, Grimsby Town, pada babak kedua Carabao Cup.
Menurut laporan media Inggris, sebagian besar petinggi klub masih memberikan kepercayaan pada Amorim. Namun, mereka berencana mengadakan pertemuan khusus dengan sang manajer saat jeda internasional pada September nanti.
Kemenangan atas Burnley bisa memperpanjang napas Amorim, tetapi hasil negatif kemungkinan akan membuat posisinya terancam. Saat ini, MU masih terdampar di peringkat ke-16 klasemen, meski telah menggelontorkan dana sekitar Rp 4,5 triliun untuk mendatangkan tiga striker anyar.
Sejak ditunjuk pada 11 November 2024, Amorim mencatatkan 45 laga bersama MU dengan hasil 17 kemenangan, 9 imbang, dan 19 kekalahan.
Ruben Amorim: Dari Gelandang Tangguh Portugal ke Kursi Panas Manchester United
Ruben Filipe Marques Amorim, lahir di Lisbon, Portugal, 27 Januari 1985, dikenal sebagai salah satu pelatih muda berbakat Eropa yang kini menukangi Manchester United. Sebelum masuk dunia kepelatihan, Amorim adalah seorang gelandang serba bisa yang juga mampu bermain sebagai bek kanan maupun winger.
Karier profesionalnya dimulai di Belenenses (2003-2008), di mana ia mencatat lebih dari 100 penampilan. Pada 2008, ia bergabung dengan Benfica dan meraih berbagai gelar, termasuk tiga trofi Liga Portugal, satu Taça de Portugal, lima Taças da Liga, dan satu Piala Super Portugal. Ia juga menjadi bagian skuad Portugal di dua edisi Piala Dunia FIFA.
Petualangan sebagai pemain berakhir pada 2017 setelah memperkuat Al-Wakrah di Qatar. Tak lama berselang, Amorim memulai karier kepelatihan di Casa Pia (2018), sebelum menangani tim cadangan Braga dan kemudian promosi ke tim utama. Bersama Braga, ia langsung mempersembahkan gelar Piala Liga Portugal (2019).
Pada Maret 2020, Amorim melatih Sporting CP dan mencetak sejarah dengan membawa klub itu meraih gelar ganda, termasuk mengakhiri puasa juara liga selama 19 tahun. Prestasinya membuatnya dua kali dinobatkan sebagai Manajer Terbaik Primeira Liga (2020-21 & 2023-24).
Di akhir 2024, ia menerima tantangan baru sebagai pelatih Manchester United. Namun, awal musim 2025/2026 menjadi ujian berat setelah rentetan hasil buruk memunculkan isu pemecatan. Meski begitu, reputasi Amorim sebagai pelatih inovatif tetap menjadi sorotan dunia sepak bola.
Gen Z Takeaway
Nasib Ruben Amorim di MU lagi panas-panasnya, gengs! Setelah start musim 2025/2026 kalah dari Arsenal, seri lawan Fulham, plus disingkirkan tim divisi empat di Carabao Cup, posisinya di kursi manajer makin goyah. Duel lawan Burnley bakal jadi momen hidup-mati buat Amorim. Padahal, pelatih asal Portugal ini dulunya sukses besar di Sporting CP dan dua kali dinobatkan Manajer Terbaik Liga Portugal. Sekarang? Fans cuma bisa nunggu, apakah Amorim bakal comeback bawa MU ke jalur kemenangan, atau jadi korban drama awal musim Liga Inggris?