astakom.com, Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,00 persen dinilai sebagai langkah positif yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Okki Rushartomo menyatakan, kebijakan moneter tersebut menjadi stimulus yang tepat untuk menjaga momentum perekonomian di tengah gejolak global.
“Kebijakan penurunan suku bunga acuan merupakan langkah strategis yang diharapkan mampu mendorong permintaan kredit dan memperkuat daya beli masyarakat, sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Okki dalam keterangan resminya, dikutip astakom.com, Jumat (29/8).
Menurutnya, keputusan BI membuka ruang bagi perbankan, termasuk BNI, untuk menyesuaikan suku bunga kredit secara bertahap. Meski begitu, penyesuaian akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan sejumlah faktor penting.
Okki menjelaskan, bahwa keputusan terkait suku bunga kredit itu tidak hanya mempertimbangkan profitabilitas bank dan perilaku nasabah, tetapi juga mempertimbangkan dinamika kompetisi di pasar.
“Oleh karena itu, penyesuaian dilakukan secara gradual sambil tetap mengutamakan kualitas aset,” jelasnya.
BNI, lanjut Okki, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap portofolio kredit dan menerapkan penyesuaian secara selektif di setiap segmen pembiayaan, guna menjaga keseimbangan antara memberikan manfaat bagi nasabah dan tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian perbankan.
“Dengan demikian, BNI berkomitmen memastikan kebijakan moneter yang berlaku dapat tersalurkan dengan baik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Okki.
BI Pangkas Suku Bunga
Sebagaimana diketahui, BI dalam rapat dewan gubernur (RDG) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen.
“Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Agustus 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,00 persen,” terang Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu (20/8).
Tak hanya suku bunga acuan, BI juga menurunkan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility, masing-masing sebesar 25 bps menjadi 4,25 persen dan 5,75 persen.
Perry menjelaskan, pemangkasan suku bunga dilakukan dengan mempertimbangkan proyeksi inflasi yang tetap rendah di kisaran 1,5 – 3,5 persen pada tahun 2025 dan 2026.
Kemudian nilai tukar mata uang Rupiah juga terjaga stabil, serta kebutuhan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai kapasitas nasional juga menjadi alasan bank sentral memangkas suku bunga acuan.
Gen Z Takeaway
BI turunin suku bunga jadi 5,00% tuh kabar baik banget buat ekonomi. Artinya, biaya pinjem duit (kredit) bisa makin murah dan daya beli masyarakat bisa naik. Buat kita-kita, dampaknya bisa ke cicilan yang lebih ringan sampai peluang usaha yang lebih gede.
BNI juga janji bakal jalanin ini pelan-pelan tapi tetap hati-hati biar semua sehat, nggak asal gaspol. Jadi, efeknya bukan cuma bikin ekonomi tumbuh, tapi juga lebih sustain jangka panjang.