Jumat, 29 Agu 2025
Jumat, 29 Agustus 2025

Menkes: Campak Jauh Lebih Menular Daripada COVID-19

astakom.com, Sumenep – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan campak merupakan penyakit paling menular di dunia, bahkan jauh lebih menular dibandingkan COVID-19. Ia menyebut tingkat penularan campak bisa mencapai 18 kali lipat dari satu kasus.

“Jadi campak itu adalah penyakit yang paling menular. Kalau dulu COVID-19, ingat pertama kali ada yang namanya reproduction rate. Jadi satu orang nularin ke-2 atau ke-3. Campak itu satu orang bisa nularin ke-18,” kata Budi saat meninjau penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Sumenep, Jawa Timur, Kamis (28/8).

Budi menambahkan, meski sangat menular, campak sebenarnya sudah memiliki vaksin yang efektif untuk mencegah penularan.

“Untungnya, sama seperti Covid sekarang, sudah ada vaksinnya, dan vaksinnya itu efektif. Jadi kalau divaksinasi, pasti dia tidak akan kena penyakit campak lagi,” ujarnya.

Budi mengingatkan campak bukan hanya penyakit menular biasa, tetapi juga bisa menyebabkan kematian dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Karena itu, pemerintah menekankan langkah utama dalam menghadapi wabah campak adalah melakukan imunisasi massal.

Kalau ada outbreak, tindakan nomor satu adalah melakukan imunisasi. Ia menargetkan sekitar 70 ribu anak di Sumenep bisa mendapatkan imunisasi campak dalam waktu dua minggu.

“Target kita dua minggu selesai. Kalau dalam dua minggu selesai, mudah-mudahan ini akan langsung secara drastis menurunkan indikasi campak,” ucap Budi, dalam keterangan tertulis dikutip astakom.com, Jumat (29/8).

Budi menegaskan pemerintah telah menyiapkan pasokan vaksin campak yang cukup. Ada 11 ribu vial vaksin, 1 vial rata-rata bisa dipakai untuk delapan orang. “Jadi cukup untuk 80 ribu anak,” ungkapnya, sembari mengingatkan bahaya hoaks yang menghambat imunisasi.

“Sekarang kan banyak berita-berita WhatsApp mengenai jangan imunisasi, jangan vaksinasi. Teman-teman, itu sangat berbahaya dan jahat. Karena kita lihat sampai meninggal 20 anak, hanya gara-gara masyarakat diteror berita-berita itu,” pungkas Budi.

Gen Z Takeaway

Menteri Kesehatan Budi Sadikin lagi ngunjungi saudara kita yang kena KLB Campak di Sumenep Guys. Kotanya Campak lebih bahaya daripada Covid-19. Tapi keduanya sama-sama dapat diantisipasi penyebarannya sama vaksin. Makanya Menkes langsung perintahin semua anak di Sumenep dikasih vaksin. Tujuannya biar gak ada penambahan korban meninggal lagi. Kasihan korbannya udah nembus 20 anak. Makanya dibilang KLB alias Kejadian Luar Biasa. Jaga kesehatan ya Guys…

Feed Update

Kapolri Janji Tuntaskan Kasus Rantis Polisi Lindas Driver Ojol

astakom.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa seluruh permasalahan terkait insiden kerusuhan usai demo di depan Gedung DPR/MPR RI akan ditangani...

Tujuh Anggota Brimob Diperiksa Buntut Insiden Rantis Lindas Driver Ojol

astakom.com, Jakarta – Insiden tragis yang menewaskan pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, kini memasuki babak baru penyelidikan. Affan...

Driver Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob, Kapolda Metro Minta Maaf

astakom.com, Jakarta - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada keluarga driver ojek online (ojol) yang tewas setelah...

Kolaborasi Kemensos Kemenekraf Susun Kurikulum Kreatif untuk Siswa Sekolah Rakyat

astakom.com, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) akan berkolaborasi untuk mendorong kreativitas siswa Sekolah Rakyat melalui pengembangan ekonomi kreatif. Menteri Sosial Saifullah...

Terkini

Viral

Videos

00:02:09

Menlu Sugiono Melepas Bantuan Gempa Myanmar

00:03:02
00:03:10