Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Legislator Dorong BNN Tak Hanya Sasar Pengguna, Tapi Bongkar Jaringan Narkoba

astakom, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk tidak hanya fokus pada penanganan pengguna narkotika, tetapi juga menargetkan jaringan pengedar narkoba.

“Penindakan terhadap jaringan besar tidak boleh bersifat temporer. Harus ada roadmap jelas untuk memutus rantai suplai narkoba dari hulu ke hilir,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima astakom.com, Rabu (2/7).

Dalam hal ini, Abdullah menekankan pentingnya kolaborasi dari aparat penegak hukum, baik dari BNN, Polri, Bea Cukai, hingga aparat TNI, dalam hal penanganan terhadap jaringan narkotika yang mengancam para generasi penerus bangsa.

Lebih jauh, Abdullah juga turut menyoroti kebijakan BNN baru-baru ini, yang memprioritaskan pendekatan rehabilitasi bagi artis pengguna narkotika, ketimbang melakukan penangkapan.

Meskipun pendekatan ini dianggap tepat untuk menjaga ruang publik dari glorifikasi narkoba, namun Abdullah menekankan pentingnya transformasi menyeluruh dalam sistem penanggulangan narkotika di Indonesia.

“Ini menyangkut keadilan prosedural. Jadi rehabilitasi bagi pengguna narkoba jangan cuma untuk artis saja, tapi harus adil bagi semua kalangan,” tegasnya.

Abdullah menyebut perlunya kejelasan dan kesetaraan dalam pelaksanaan kebijakan, guna menghindari persepsi bahwa hukum hanya tegas kepada masyarakat biasa dan lunak terhadap tokoh publik.

“Kalau artis tidak ditangkap demi menghindari glorifikasi narkoba, bagaimana dengan masyarakat biasa yang tertangkap di pinggir jalan dan langsung diproses pidana?” lanjutnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan BNN agar tidak menguntungkan kelompok tertentu. Menurutnya, kebijakan yang baik harus dikawal agar pelaksanaannya tidak menimbulkan ketidakadilan atau diskriminasi.

“Intinya, kita ingin arah baru dalam penanganan narkoba ini benar-benar membawa keadilan dan efektivitas,” terangnya.

Abdullah memastikan DPR RI akan terus mengawal upaya pemberantasan narkoba dari sisi legislasi, termasuk dalam proses evaluasi dan revisi terhadap Undang-Undang Narkotika yang sedang berlangsung di parlemen.

“Jangan sampai kebijakan yang baik justru menjadi bumerang karena pelaksanaannya tidak adil, tidak transparan, atau hanya menguntungkan kelompok tertentu,” tutupnya.

Feed Update

Hilal Check! BMKG & BRIN Prediksi Lebaran 2026 Jatuh pada 21 Maret

astakom.com, Jakarta - Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, muncul diskursus mengenai perbedaan tanggal hari raya yang diprediksi jatuh antara 20 atau 21 Maret 2026. Sebagai rujukan...

Kemenpar Gaspol Benahi Standar Usaha Pariwisata, Perkuat Perizinan dan Sertifikasi

astakom.com, Jakarta – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) terus memperkuat tata kelola sektor pariwisata dengan menekankan pentingnya perizinan, standardisasi, dan sertifikasi bagi pelaku usaha...

Mendikdasmen Resmikan 726 Sekolah Hasil Revitalisasi TA 2025 di Aceh

astakom.com, Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran (TA) 2025 di Kabupaten Bireuen, Provinsi...

Eks Menag Yaqut Resmi Ditahan KPK Hari Ini untuk 20 Hari Pertama

astakom.com, Jakarta — Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut telah resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan tindak...

Satgas PKH Segel Tambang Ilegal PT Mineral Trobos di Malut, Denda lagi Dihitung

astakom.com, Jakarta — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyegel area operasional PT Mineral Trobos yang diduga melakukan penambangan ilegal di kawasan hutan...

Seskab Teddy Minta Masyarakat Dukung PP Tunas: Lindungi Anak di Ruang Digital

astakom.com, Jakarta — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung implementasi Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2025 tentang Perlindungan Tata Kelola...