astakom, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk tidak ragu mengganti jajaran direksi yang dinilai tidak kompeten dalam menjalankan tugas, atau yang menyalahgunakan kewenangan untuk keuntungan pribadi.
Hal tersebut disampaikan Prabowo usai menghadiri Townhall Meeting Danantara di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, pada Senin (28/4).
Baca juga
“Kalau dia tidak berprestasi, kalau dia malas-malasan, kalau dia lakukan praktek-praktek yang enggak bener, menyalahgunakan kewenangan, menyalahgunakan fasilitas, saya minta diganti,” tegas Prabowo, yang dikutip astakom.com, Selasa (29/4).
Sebaliknya, Prabowo meminta agar karyawan BUMN yang berprestasi dipromosikan. Jika tidak terdapat karyawan yang memenuhi kriteria, perusahaan diminta mencari tenaga ahli profesional.
“Yang baik dari bawah dari dalam kalau bisa dipromosikan. Kalau tidak, cari ahli yang baik. Tapi, tidak boleh yang tidak profesional,” kata Prabowo.
Presiden juga mengingatkan manajemen perusahaan pelat merah agar tidak membeda-bedakan pegawai berdasarkan latar belakang identitas. Ia menekankan bahwa pegawai BUMN harus merupakan sosok yang benar-benar bekerja untuk rakyat Indonesia.
“Saya bilang jangan memilih atas dasar suku, agama, ras, latar belakang atau atas dasar partai politik, tidak. Ini harus anak-anak Indonesia yang bekerja sebesar-besarnya untuk rakyat Indonesia,” lanjut Prabowo.
Selain itu, Prabowo menyoroti pentingnya pengelolaan aset Danantara dengan baik. Ia optimistis bahwa nilai aset kelolaan Danantara bisa menembus 1 triliun dolar Amerika Serikat (AS) atau lebih dari Rp16.800 triliun.
“Kekayaan Danantara akan tembus 1 triliun dolar AS dan kalau dikelola dengan baik ini bisa menghasilkan dana yang besar untuk bangsa kita,” tutur Prabowo.
Presiden menegaskan pentingnya pengelolaan Danantara secara profesional dan transparan guna meningkatkan nilai aset yang kini berada di kisaran 900 miliar dolar AS.
Di samping itu, Prabowo juga menegaskan, bahwa Danantara adalah kekayaan warisan untuk anak bangsa yang wajib dijaga dan dikelola dengan sistem yang ketat, serta transparan.