ASEAN Update: Ke Naypyidaw, Menlu Sugiono Bawa Misi Kemanusiaan dan Perdamaian Myanmar
astakom.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengunjungi Naypyidaw, Myanmar, guna melangsungkan kunjungan kehormatan kepada Presiden Myanmar, Y.M. Min Aung Hlaing.
Bawa Pesan Presiden RI
Pada kesempatan itu, Menlu Sugiono meneruskan pesan dari Presiden Prabowo Subianto terkait ketegasan komitmen Indonesia dalam mendukung perwujudan perdamaian yang inklusif serta berkelanjutan di Myanmar.
Dalam agenda tersebut, Menlu Sugiono menegaskan kesiapan Indonesia untuk berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan di Myanmar demi mendorong dialog dan mendukung resolusi konflik secara damai.
Dorong kerangka konsesus ASEAN
"Indonesia juga menegaskan keyakinannya bahwa proses perdamaian yang berkelanjutan perlu bersifat Myanmar-owned dan Myanmar-led, serta menekankan pentingnya implementasi Five-Point Consensus ASEAN sebagai kerangka bersama dalam mendukung penyelesaian situasi di Myanmar" demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri pada Selasa, (09/06/2026).
Agenda perjumpaan ini menegaskan komitmen dan kepedulian berkelanjutan dari Indonesia terhadap rakyat Myanmar, yang direalisasikan melalui penyaluran berbagai bantuan darurat mencakup sektor kemanusiaan, medis, dan penanggulangan bencana seperti saat penanganan darurat pasca bencana gempa bumi Myanmar pada 2025 lalu.
Support tersebut menjadi bagian dari komitmen nyata Indonesia untuk menyokong seluruh lapisan masyarakat Myanmar tanpa terkecuali.
Bahas isu regional dan kerja sama ekonomi
Selain bertatap muka dengan Presiden Myanmar, Menlu Sugiono juga menjadwalkan pertemuan bilateral bersama mitranya, Menteri Luar Negeri Myanmar U Tin Maung Swe.
"Kedua Menteri membahas isu-isu yang menjadi perhatian bersama pada tingkat bilateral maupun kawasan, sekaligus upaya untuk memperkuat kerja sama ekonomi, pendidikan, dan hubungan antar-masyarakat kedua negara" demikian keterangan tulisan tersebut.
Indonesia memandang Myanmar sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga besar ASEAN. Atas dasar itu, Indonesia berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama konstruktif dengan Naypyidaw serta seluruh anggota blok Asia Tenggara demi menciptakan kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera.
Perjumpaan Menlu Sugiono ini sekaligus menjadi kelanjutan dari rangkaian pendekatan engagement intensif negara-negara ASEAN terhadap Myanmar demi menyokong terciptanya perdamaian dan stabilitas di sana.
Sebelum Indonesia, para kepala diplomasi dari Filipina, Thailand, dan Malaysia telah lebih dulu bertolak ke Myanmar untuk misi serupa.
Merawat Akar Sejarah Sejak KAA 1955
Jejak kemitraan Indonesia dan Myanmar sejatinya sudah terhubung sejak 1949. Kedekatan ini makin solid ketika kedua negara bersama-sama mempelopori lahirnya Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung enam tahun kemudian, sebuah momentum yang mengobarkan semangat solidaritas dan kerja sama negara-negara berkembang.
Ikatan sejarah inilah yang menjadi fondasi bagi kedua belah pihak untuk mempererat hubungan bilateral ke depan. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Menlu RI baru aja satset ke Myanmar buat misi damai dan bawa bantuan kemanusiaan tanpa pandang bulu. Intinya, Indonesia pengen jadi support system yang ngebantu mereka kelar dari konflik internal pake cara dialog damai, sekalian ngingetin lagi memori lama pas zaman bareng-bareng ngerintis Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955. Solidarity at its finest!









