Sabtu, 14 Mar 2026
Sabtu, 14 Maret 2026

Pergerakan IHSG Pekan Ini Bakal Terbatas Usai Capai Rekor Tertingginya

astakom.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak terbatas pekan ini, setelah menorehkan rekor sepanjang sejarah di level 8.126,55 pada pekan lalu.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG secara akumulasi selama sepekan terakhir mengalami peningkatan yang cukup besar, yakni sebesar 0,60 persen dari perdagangan pekan lalu.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, indeks harga saham nasional secara teknikal berpotensi berada dalam rentang 7.980–8.170 sepanjang perdagangan pekan terakhir September 2025.

“Diperkirakan IHSG berpotensi bergerak pada kisaran level 7.980–8.170,” tulis Tim Riset Phintraco dalam risetnya, dikutip astakom.com, Senin (29/9).

Indikator Stochastic RSI bergerak ke arah pivot setelah sempat mengalami death cross. Histogram MACD mulai melemah, meski masih berada di area positif.

IHSG juga masih bertahan di atas level MA5, memberi sinyal konsolidasi sehat setelah menembus level tertinggi sepanjang sejarah.

Sentimen Penentu IHSG

Phintraco melihat, pergerakan terbatas IHSG pada pekan ini tak lepas dari sentimen yang ada. Dari dalam negeri misalnya, investor akan menantikan sejumlah data ekonomi makro.

“Dari domestik, investor akan mencermati indeks manufaktur Indonesia, neraca perdagangan dan inflasi,” jelas Phintraco.

Data tersebut diperkirakan menjadi acuan arah kebijakan fiskal pemerintah ke depan.

Selain itu, kebijakan Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, menjadi perhatian pasar. Investor ingin melihat konsistensi pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, khususnya terkait defisit anggaran dan sinyal stimulus.

Sementara dari eksternal, pelaku pasar global menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS), mulai dari indeks manufaktur, sektor jasa, hingga pasar tenaga kerja.

Data ADP Employment, nonfarm payrolls, serta tingkat pengangguran akan menjadi penentu arah kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve alias The Fed ke depan.

Masih dari eksternal, Equity Analyst dari PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menilai optimisme terhadap potensi pemangkasan suku bunga oleh The Fed masih menjadi katalis positif.

“Sentimen positif juga datang dari harapan pelonggaran The Fed, di mana pasar global optimistis The Fed akan kembali memangkas suku bunga, serta kemudian mendorong arus dana ke emerging markets termasuk Indonesia,” ujarnya.

Dengan kombinasi sentimen domestik, global, serta faktor teknikal, analis memproyeksikan IHSG akan bergerak terbatas namun stabil di kisaran 7.980–8.170 dalam jangka pendek.

Gen Z Takeaway

IHSG udah pecahin rekor all time high di 8.126,55, tapi minggu ini kayaknya bakal “cooling down” dulu, gerak terbatas di range 7.980–8.170. Jadi ceritanya market lagi konsolidasi sehat, bukan turun panik.

Faktor penentunya? Data ekonomi Indo (inflasi, manufaktur, neraca dagang), kebijakan Menkeu baru, plus vibes dari luar negeri soal The Fed—bakal cut suku bunga atau nggak.

Feed Update

Jelang Lebaran Daging Sapi Tembus Rp110 Ribu per kg, Pemerintah Tegur Distributor

astakom.com, Jakarta - Menjelang lebaran, pemerintah terus mengawasi dan memperketat harga pangan, termasuk daging sapi. Mendengar ada laporan kenaikan harga daging sapi karkas jadi...

Petani Pasuruan Happy! Pupuk Murah Kini Tersedia di Kopdes

astakom.com, Jakarta - Pupuk dengan harga murah kini bisa dibeli dengan mudah oleh Petani di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sebab...

Setahun Danantara, Prabowo Bangga: Return on Asset Melonjak 300%

astakom.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sukses bikin Presiden Prabowo bangga atas pencapaiannya dalam satu tahun terakhir. Dalam laporan peningkatan...

Drama Selat Hormuz: Dua Kapal Pertamina Masih Hold di Teluk, Pemerintah Gaspol Negosiasi

astakom.com, Jakarta - Dua kapal Pertamina, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di zona konflik Timur Tengah (Timteng). Pemerintah saat ini terus bernegosiasi...

APBN Defisit Rp135,7 Triliun di Triwulan I 2026, Purbaya Sebut Masih Terkendali

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Februari 2026 dalam gelaran konferensi pers...

Harga Emas Kompak Drop, Antam Turun Rp45 Ribu

astakom.com, Jakarta - Harga emas hari ini Kamis (12/3/2026) kompak turun. Untuk emas antam turun Rp45.000 jadi Rp3.042.000 per gram, dari harga sebelumnya 11...