Senin, 16 Mar 2026
Senin, 16 Maret 2026

Dear Anak Muda! Quarter Life Crisis Bukan Akhir, Tapi Awal untuk Tumbuh

astakom, Jakarta – Memasuki usia 20 hingga 30 tahun, banyak anak muda mengalami kegelisahan eksistensial yang dalam. Fenomena ini dikenal sebagai quarter life crisis, masa transisi dari remaja ke dewasa yang sering kali disertai kebingungan arah hidup, tekanan sosial, dan rasa tidak cukup.

Menurut Psikolog Remaja Direktorat Kemahasiswaan dan Karir (DKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Anita A’isah, quarter life crisis sering kali terjadi karena ketimpangan antara tuntutan hidup yang tinggi dan kemampuan pribadi yang belum sepenuhnya matang.

“Ini adalah masa di mana seseorang mulai dibebani berbagai tugas perkembangan dewasa, seperti meraih kemandirian finansial, membangun relasi, hingga menentukan arah karier. Namun sayangnya, banyak dari mereka belum memiliki kompetensi atau kepercayaan diri yang cukup untuk menjawab tuntutan itu,” jelas Anita dalam keterangan tertulis, dikutip astakom.com, Sabtu (26/7).

Jika fase ini dilewati dengan baik, seseorang akan mencapai fase intimasi, yaitu kemampuan menjalin hubungan yang sehat dan bermakna. Namun jika gagal, bisa muncul rasa kesepian yang mendalam, bahkan ketika berada di tengah keramaian.

“Kesepian dalam quarter life crisis bukan sekadar tidak punya teman saja, melainkan perasaan hampa karena tidak mendapatkan rasa aman, dihargai, dan dicintai. Itu bisa berdampak serius pada semangat belajar, kenyamanan kerja, bahkan kestabilan emosional. Ketika hal tersebut tidak ditangani dan disadari dengan baik, maka bisa berdampak pada kondisi psikologis seseorang,” ujarnya.

Anita menjelaskan bahwa pola asuh dan pengalaman masa kecil juga memainkan peran penting dalam keberhasilan individu melewati masa krisis ini. Luka-luka emosional yang belum sembuh akan ikut terbawa dan memengaruhi cara seseorang menghadapi tekanan hidup saat dewasa.

Meski demikian, quarter life crisis bukanlah jalan buntu. Generasi muda dapat menghadapinya dengan kesadaran dan strategi yang sehat. Menurut Anita, langkah awal yang penting adalah menerima luka masa lalu dan berdamai dengannya.

“Semakin kita menyandarkan kebahagiaan pada apresiasi atau ekspektasi orang lain, kita akan merasa tidak cukup bahkan tidak bahagia. Kunci untuk bertumbuh adalah dengan menghargai proses, bukan semata hasil. Lebih dari itu, kita hanya perlu menjadi lebih baik dari yang kemarin dan terus menambah pengetahuan, salah satunya dengan cara membaca,” tegas Anita.

Berdasarkan riset terbaru yang dibacanya, Anita menyebutkan dua faktor utama penentu keberhasilan melewati quarter life crisis, yakni komitmen dan spiritualitas.

“Ketika seseorang memiliki spiritualitas yang kuat, maka dia akan lebih mampu bersyukur, menikmati proses, dan meletakkan harapannya kepada Tuhan, bukan sekadar pada validasi eksternal. Bahkan hal sederhana seperti memulai hari dengan sholat subuh, bisa memberi efek besar pada ketenangan sepanjang hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa quarter life crisis seharusnya dipandang sebagai fase bertumbuh, bukan sebagai ancaman. Di momen ini, individu berkesempatan untuk mengenal nilai-nilai hidupnya, memperkuat karakter, dan menyusun masa depan dengan kesadaran yang lebih dalam.

“Tidak perlu terlalu cemas tentang masa depan. Selama kalian bertumbuh setiap hari dengan menambah ilmu, melatih disiplin, dan menjaga koneksi spiritual, maka kalian sedang membentuk versi terbaik dari dirimu. Hidup bukan soal membahagiakan semua orang, tetapi tentang menjadi individu yang lebih bermakna,” tutup Anita.

Feed Update

Menko Yusril: Serangan terhadap Aktivis Andrie Yunus juga Serangan terhadap Demokrasi

astakom.com, Jakarta — Pemerintah lewat sejumlah menteri mengecam keras aksi penyiraman air keras yang dialami aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan...

Pemerintah Kecam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis: Tegaskan Pengusutan Tuntas

astakom.com, Jakarta — Mengenai kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, Pemerintah menyampaikan keprihatinan...

Pemerintah Gercep Auto Pulangin 34 WNI Gelombang Kedua dari Iran!

astakom.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sedang menyiapkan kepulangan 34 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran pada minggu ini akibat meningkatnya ketegangan geopolitik...

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman Jelang Idulfitri

astakom.com, Jakarta – Pemerintah memastikan cadangan energi nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan...

Presiden Prabowo Siapkan Langkah Hadapi Dampak Konflik Global

astakom.com, Jakarta – Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap waspada terhadap dinamika global yang saat ini berkembang, terutama konflik yang terjadi di...

Satgas PRR Laporkan Sumut dan Sumbar Nol Pengungsi di Tenda jelang Lebaran

astakom.com, Jakarta — Satgas Perceptan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan bahwa pihaknya berhasil capai nol pengungsi di tenda di wilayah Sumatera Utara...