Minggu, 15 Mar 2026
Minggu, 15 Maret 2026

Indonesia Masih Punya Peluang Negosiasi Tarif Impor dengan AS

astakom, Jakarta – Penurunan tarif impor produk Indonesia ke Amerika Serikat dari 32 persen menjadi 19 persen dipandang sebagai langkah maju yang signifikan. Namun peluang Indonesia untuk menekan tarif tersebut lebih rendah lagi masih terbuka lebar.

Menurut ekonom UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, hubungan dagang Indonesia-AS saat ini berada dalam posisi yang lebih stabil dan kondusif untuk melanjutkan negosiasi perdagangan.

“Saya melihat dengan penurunan ini kita tidak akan diganggu oleh ancaman Donald Trump lagi. Karena kita juga sudah memberi pemanis dengan kita membeli USD15 miliar dolar untuk energi, USD4,7 untuk sektor pertanian, dan 50 pesawat Boeing,” ujar Achmad dalam keterangannya, dikutip astakom.com, Minggu (20/7).

Ia menyebut bahwa langkah-langkah strategis Indonesia dalam memenuhi kepentingan ekonomi Amerika Serikat merupakan modal penting untuk membuka ruang negosiasi tambahan terkait tarif.

Achmad juga menekankan bahwa skenario ideal dalam hubungan dagang bilateral adalah penghapusan tarif secara menyeluruh antara kedua negara.

“Memang idealnya dalam perdagangan internasional adalah 0-0, 0-0. Artinya kedua negara sama-sama tak mengenakan tarif. Kita memperoleh manfaat, Amerika juga memperoleh manfaat,” jelasnya.

Meski mengapresiasi capaian terkini dalam negosiasi perdagangan, ia menegaskan bahwa capaian tersebut belum merupakan garis akhir. Justru sebaliknya, Indonesia perlu terus membangun diplomasi ekonomi secara aktif untuk mengamankan skema perdagangan yang lebih kompetitif.

“Karena kita ingin mendapatkan manfaat yang lebih besar, saya kira strategi negosiasi ke depan tetap harus dilanjutkan. Tujuannya agar kita bisa mencapai skenario ideal tarif nol, yang bisa disebut sebagai kemenangan sempurna,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat memutuskan menurunkan tarif impor terhadap sejumlah produk Indonesia menjadi 19 persen, dari sebelumnya ditetapkan oleh Presiden AS, Donald Trump sebesar 32 persen.

Kebijakan ini disambut baik oleh berbagai pihak karena dinilai mampu meningkatkan daya saing produk nasional di pasar AS dan memperkuat ekspor sektor manufaktur dan industri padat karya.

Dengan strategi diplomasi ekonomi yang berkelanjutan, Indonesia kini dihadapkan pada peluang untuk membentuk hubungan dagang bebas hambatan yang lebih saling menguntungkan dengan AS.

Feed Update

Rusia-China Bentrok Sama AS di DK PBB Demi Bela Iran!!

astakom.com, Jakarta - Amerika Serikat beserta sekutunya berkonflik dengan Rusia dan China di pertemuan Dewan Keamanan PBB ketika membahas Iran, Kamis (12/3/2026). Dalam pernyataan di...

Kapal di Hormuz ‘Menyamar’ Pakai Identitas China Biar Nggak Kena Sasaran!

astakom.com, Jakarta - Beberapa kapal komersial yang melewati Selat Hormuz dan Teluk Persia saat ini menerapkan strategi berbeda untuk menghindari serangan. Mereka mengganti identitas digital...

3 Syarat dari Iran Buat AS-Israel Kalau Mau Damai!! : Cek Rinciannya

astakom.com, Jakarta - Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian telah mengemukakan tiga syarat untuk menghentikan perang yang kini berlangsung antara Iran, Amerika Serikat, dan...

Pemimpin Tertinggi Iran Siap Lock Selat Hormuz, Dunia Ketar-ketir?

astakom.com, Jakarta - Iran akan tetap blok Selat Hormuz, rute pelayaran minyak terpadat di dunia, berdasarkan pernyataan yang dihubungkan dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang...

Macron Speak Up! Prajurit Prancis Tewas di Irak Akibat Serangan Iran

astakom.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari negara Prancis, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan kalau ada satu anggota militer Prancis yang udah meninggal gara...

Pesawat Pengisian Bahan Bakar AS Jatuh di Irak Pas Lagi Operasi Lawan Iran!

astakom.com, Jakarta - Pusat Komando Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pesawat pengisian bahan bakar milik militer AS mengalami kecelakaan jatuh di Irak pada Kamis...