Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Uang Pajak Rakyat untuk Masa Depan Anak Bangsa

astakom, Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya menggunakan dana pajak untuk tujuan mulia, yakni membangun masa depan anak-anak kurang mampu di Indonesia melalui program sekolah rakyat.

Melalui program prioritas yang digagas Presiden Prabowo Subianto, negara menghadirkan fasilitas pendidikan dan perawatan kesehatan penuh secara gratis kepada para generasi penerus bangsa.

Diketahui, Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,9 triliun untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Sedangkan untuk operasional tahun 2025, telah disiapkan anggaran sebesar Rp2,4 triliun.

Dari sisi pendanaan ini, pajak menjadi tulang punggung utama. Pasalnya, sekitar 70 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menjadi sumber dana Sekolah Rakyat, bersumber dari penerimaan pajak.

Adapun rencananya, program sekolah rakyat ini akan berjalan mulai Senin pekan depan, 14 Juli 2025. Namun sebelum itu, Kementerian Sosial (Kemensos) telah melakukan uji coba di dua lokasi, yakni Sentra Handayani Jakarta dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Bekasi pada hari Rabu dan Kamis lalu.

“Kita melakukan simulasi untuk penyelenggaraan sekolah rakyat rintisan selama 24 jam penuh,” kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, dikutip astakom.com, Sabtu (12/7).

Para siswa yang tergabung dalam sekolah ini akan mendapatkan segala kebutuhan mereka tanpa biaya. Tas sekolah berisi seragam, sepatu, alat tulis, perlengkapan ibadah, dan kebersihan disiapkan langsung oleh negara.

Inovasi menarik juga disematkan pada program ini lewat penggunaan teknologi tes Talent DNA, yang memungkinkan pemetaan bakat siswa secara akurat berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Tes ini adalah semacam aplikasi untuk mengetahui kemampuan siswa dengan AI yang sudah dilatih. Jadi ini khusus dan beliau memberikan secara gratis untuk sekolah rakyat,” ujar Mensos yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengajak para orang tua untuk memercayakan pendidikan anak-anak mereka pada Sekolah Rakyat, karena seluruh kebutuhan dan pemantauan kesehatannya pun akan ditanggung pemerintah.

“Kalau ada siswa yang terdeteksi memiliki penyakit menular, nanti pada dasarnya ditindaklanjuti terlebih dahulu,” jelasnya.

Feed Update

Hilal Check! BMKG & BRIN Prediksi Lebaran 2026 Jatuh pada 21 Maret

astakom.com, Jakarta - Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, muncul diskursus mengenai perbedaan tanggal hari raya yang diprediksi jatuh antara 20 atau 21 Maret 2026. Sebagai rujukan...

Kemenpar Gaspol Benahi Standar Usaha Pariwisata, Perkuat Perizinan dan Sertifikasi

astakom.com, Jakarta – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) terus memperkuat tata kelola sektor pariwisata dengan menekankan pentingnya perizinan, standardisasi, dan sertifikasi bagi pelaku usaha...

Mendikdasmen Resmikan 726 Sekolah Hasil Revitalisasi TA 2025 di Aceh

astakom.com, Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran (TA) 2025 di Kabupaten Bireuen, Provinsi...

Eks Menag Yaqut Resmi Ditahan KPK Hari Ini untuk 20 Hari Pertama

astakom.com, Jakarta — Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut telah resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan tindak...

Satgas PKH Segel Tambang Ilegal PT Mineral Trobos di Malut, Denda lagi Dihitung

astakom.com, Jakarta — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyegel area operasional PT Mineral Trobos yang diduga melakukan penambangan ilegal di kawasan hutan...

Seskab Teddy Minta Masyarakat Dukung PP Tunas: Lindungi Anak di Ruang Digital

astakom.com, Jakarta — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung implementasi Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2025 tentang Perlindungan Tata Kelola...