Sabtu, 14 Mar 2026
Sabtu, 14 Maret 2026

Kemenag Sebut Variasi Profil Jemaah Jadi Tantangan Penyelenggaraan Haji 2025

astakom, Jakarta – Ibadah haji tahun ini mencatatkan dinamika yang menarik, dimana mayoritas jemaah reguler Indonesia didominasi oleh jemaah perempuan, dan baru pertama kali menunaikan ibadah haji.

Menurut data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), total jemaah haji reguler tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi yang telah tiba di Tanah Suci sebanyak 203.149 orang.

Dari angka tersebut, perempuan mendominasi komposisi jemaah dengan total 112.838 orang, atau 55,54 persen dari total jemaah haji. Angka ini mengungguli jemaah laki-laki yang berjumlah 90.311 orang, atau 44,46 persen.

Kepala Seksi Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja Makkah, Dodo Murtado, menegaskan bahwa variasi latar belakang jemaah memberikan tantangan tersendiri bagi tim penyelenggara di lapangan.

“Setiap tahunnya, penyelenggaraan haji memiliki tantangan sangat tinggi. Terlebih, mayoritas atau 199.769 orang (98,34 persen) belum pernah haji, dan hanya 1,66 persen atau 3.380 orang yang pernah berhaji,” terang Dodo dalam keterangan persnya, dikutip astakom.com, Rabu (25/6).

Fakta bahwa hampir seluruh jemaah merupakan jemaah perdana memperkuat urgensi bimbingan dan edukasi secara intensif, baik sebelum keberangkatan maupun selama di Tanah Suci.

Tidak hanya menyangkut tata cara ibadah, tetapi juga kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi cuaca ekstrem, kepadatan aktivitas, serta adaptasi budaya selama berada di Arab Saudi.

Dodo juga menyebut bahwa profil jemaah Indonesia sangat beragam, baik dari sisi usia, pendidikan, profesi, jenis kelamin, hingga status kesehatan. Keragaman ini mempertegas pentingnya pendekatan pelayanan yang inklusif dan personal.

“Penyelenggaraan haji memiliki kompleksitas dan tantangan tinggi dengan profil jemaah haji Indonesia yang beragam dari sisi usia, pendidikan, profesi, jenis kelamin dan status kesehatan,” tutur Dodo.

Ia menjelaskan, dari segi usia, ada 44.085 jemaah yang masuk kategori lansia dengan usia 65 tahun ke atas, komposisinya jemaah haji laki-laki berjumlah 21.176 orang dan 22.909 jemaah perempuan.

Dari rentang usia, ia melanjutkan, jemaah haji tertua tahun ini berumur 108 tahun dan jemaah termuda 17 tahun. Mayoritas jemaah haji lansia (50 persen), berada pada rentang usia 65 – 70 tahun.

“Di rentang usia ini, jumlah jemaah perempuan lebih banyak yaitu 12.826 orang, dan jemaah laki-laki berjumlah 11.772 orang. Ada selisih jumlah, meski tidak terlalu besar,” ucapnya.

Dari sisi pendidikan, mayoritas jemaah haji Indonesia yang berangkat pada tahun ini berpendidikan Sekolah Dasar sebanyak 56.833 orang, disusul SMA berjumlah 52.796 orang, lulusan Sarjana Srata 1 sebanyak 50.266 orang dan berpendidikan hingga SMP berjumlah 10.126 orang.

“Sisanya, berpendidikan diploma, S2, S3, dan lainnya,” ungkap dia.

Dari segi profesi, Dodo dalam keterangannya menyampaikan, jemaah haji Indonesia tahun ini terdiri dari beragam profesi, mulai dari pegawai swasta, PNS, Petani, Pedagang, Pegawai BUMN, Pensiunan, hingga yang masih berstatus pelajar.

“Namun, mayoritas jemaah berstatus ibu rumah tangga yaitu 54.927 orang, disusul pegawai swasta (44.421) orang, PNS (39.580) orang, Petani (23.792) orang dan profesi sebagai pedagang (19.042) orang,” katanya.

Tahun ini, ia mengungkapkan, jemaah haji penyandang disabilitas berjumlah 472 orang dengan kategori disabilitas kaki sebanyak 303 orang (64.19 persen), tangan 102 orang (21.61 persen) dan disabilitas kaki, tangan sebanyak 67 orang (14.19 persen).

Sementara, jumlah jemaah kategori lanjut usia pada tahun ini berjumlah 44.163 , terbanyak pada rentang usia 65 – 70 tahun berjumlah 24.598 orang (56 persen), usia 50 – 60 tahun 14.277 orang (32 persen), menyusul usia 81-90 (4.963) jemaah dan usia di atas 90 tahun (297) jemaah.

“Secara umum, jemaah lansia ini masuk kategori jemaah dengan risiko tinggi/risti,” tuturnya.

Dengan lanskap demografi yang semakin kompleks dan dominasi jemaah perempuan, serta jemaah pemula, pemerintah melalui tim penyelenggara haji diharapkan mampu terus berinovasi dan memperkuat sistem layanan.

Feed Update

Presiden Prabowo dan Jajarannya Membayar Zakat, Baznas: Teladan Pemimpin Dorong Kepercayaan Publik

astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto hingga jajaran menteri, wakil menteri Kabinet Merah Putih membayar zakat ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana...

Anak Buah Prabowo Apresiasi Persiapan Pengamanan Nyepi dan Lebaran 2026

Astakom.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, memberikan apresiasi kepada jajaran Polri atas kesiapan mereka dalam mengamankan...

Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman Sudjatmiko: Langkah Strategis Putus Rantai Kemiskinan

astakom.com, Jakarta — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menilai program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda merupakan langkah strategis pemerintah...

Kemenkes Dukung PP Tunas, Soroti Dampak Kesehatan Anak

astakom.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyatakan dukungannya terhadap penguatan kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang tengah didorong pemerintah melalui sejumlah...

Para Aktivis Internasional Apresiasi Presiden Prabowo: Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah!

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah sebagai langkah intervensi negara melindungi satwa. Rencana Presiden...

Presiden Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Populasi Gajah Sumatera dan Kalimantan

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah sebagai langkah intervensi negara melindungi satwa. Hal itu...