Sabtu, 14 Mar 2026
Sabtu, 14 Maret 2026

Prabowo Ungkap Reformasi Regulasi dan Antikorupsi Berhasil Picu Lonjakan Produksi Pangan

astakom, St. Petersburg – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan capaian konkret sektor pangan nasional sebagai hasil langsung dari reformasi regulasi dan pemberantasan korupsi yang telah dilakukan pemerintahannya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato resmi di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2025, Jumat (20/6).

Menurut Prabowo, dalam waktu singkat, langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah telah membuahkan hasil signifikan dalam ketahanan pangan nasional.

“Dalam tujuh bulan pemerintahan saya, produksi beras dan jagung meningkat sekitar 50 persen—angka peningkatan terbesar dalam sejarah Indonesia,” kata Prabowo di hadapan pemimpin global, pejabat tinggi, dan pelaku bisnis internasional.

Capaian tersebut, menurut Prabowo, bukan kebetulan, melainkan hasil dari strategi deregulasi dan reformasi birokrasi yang memangkas hambatan sekaligus menindak tegas praktik korupsi di sektor pangan dan pertanian.

“Upaya ini dilakukan dengan deregulasi, memangkas regulasi yang menghambat, dan pemberantasan korupsi tegas. Hasilnya sudah terlihat,” ujarnya.

Tak hanya lonjakan produksi, Prabowo juga mencatat cadangan beras nasional kini mencapai rekor tertinggi sepanjang masa: 4,4 juta ton. Ia menyebut capaian ini sebagai pijakan awal menuju target besar pemerintah dalam empat tahun ke depan.

“Target kami dalam empat tahun: swasembada pangan dan menjadi pengekspor beras dan jagung,” tegas Prabowo.

Ia menambahkan, sektor pangan merupakan prioritas pertama dari empat agenda utama pemerintahannya, yakni: swasembada pangan, swasembada energi, peningkatan kualitas pendidikan, dan percepatan industrialisasi.

Dalam forum ekonomi internasional perdananya sebagai presiden, Prabowo juga menekankan pentingnya intervensi negara dalam memastikan kemakmuran yang merata.

“Saya memilih jalan tengah: mengadopsi keunggulan kapitalisme… namun tetap menerapkan intervensi pemerintah untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan, serta melindungi yang lemah.”

Capaian sektor pangan ini diharapkan menjadi fondasi bagi Indonesia untuk berperan lebih besar di panggung global, termasuk melalui keanggotaan BRICS dan kemitraan strategis dalam New Development Bank.

Feed Update

Presiden Prabowo dan Jajarannya Membayar Zakat, Baznas: Teladan Pemimpin Dorong Kepercayaan Publik

astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto hingga jajaran menteri, wakil menteri Kabinet Merah Putih membayar zakat ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana...

Anak Buah Prabowo Apresiasi Persiapan Pengamanan Nyepi dan Lebaran 2026

Astakom.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, memberikan apresiasi kepada jajaran Polri atas kesiapan mereka dalam mengamankan...

Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman Sudjatmiko: Langkah Strategis Putus Rantai Kemiskinan

astakom.com, Jakarta — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menilai program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda merupakan langkah strategis pemerintah...

Kemenkes Dukung PP Tunas, Soroti Dampak Kesehatan Anak

astakom.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyatakan dukungannya terhadap penguatan kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang tengah didorong pemerintah melalui sejumlah...

Para Aktivis Internasional Apresiasi Presiden Prabowo: Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah!

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah sebagai langkah intervensi negara melindungi satwa. Rencana Presiden...

Presiden Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Populasi Gajah Sumatera dan Kalimantan

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah sebagai langkah intervensi negara melindungi satwa. Hal itu...