Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

RI–Belanda Bertukar Ilmu, Bangun Ketahanan Pangan dari Ladang hingga Laboratorium

astakom, Jakarta — Pemerintah Indonesia dan Belanda resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian berkelanjutan, hortikultura, teknologi greenhouse, hingga peningkatan kapasitas generasi muda petani.

Penandatanganan dilakukan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta, antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Kementerian Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Belanda, Selasa (17/6).

Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, menyampaikan apresiasi atas kedatangan delegasi Belanda yang dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Guido Landheer. Delegasi tersebut terdiri dari unsur pemerintah, pelaku usaha, serta penyedia teknologi pertanian.

“Kami merasa sangat terhormat menerima delegasi dari Belanda. Pertemuan yang kami lakukan hari ini berlangsung sangat konstruktif dan menghasilkan kesepakatan untuk mempererat kolaborasi melalui penandatanganan MoU antara kedua kementerian, yang ditandatangani langsung oleh Menteri Pertanian masing-masing negara,” ujar Wamentan Sudaryono kepada redaksi astakom

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan Belanda sebelumnya telah menunjukkan minat berinvestasi di sektor pertanian Indonesia, meski menghadapi sejumlah tantangan.

Melalui kesepakatan ini, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memberikan kemudahan dan kepastian bagi mitra asing yang berkontribusi nyata bagi petani dan masyarakat.

“Kami ingin segera merealisasikan kerja sama ini. Kementerian Pertanian Indonesia sangat antusias. Apalagi, Belanda memiliki reputasi sebagai pengekspor pertanian terbesar kedua di dunia, meskipun (luas) negara kecil. Itu luar biasa dan menjadi inspirasi bagi kami,” tambahnya.

Wamentan juga menekankan pentingnya transfer teknologi dan pengetahuan di sektor hortikultura, termasuk dalam hal teknologi greenhouse, benih unggul, dan sistem irigasi modern. Hal ini dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor pertanian nasional.

Ia turut menyampaikan sejumlah capaian produksi, seperti kenaikan produksi padi nasional sebesar 52,45 persen pada Triwulan I 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, serta peningkatan produksi jagung sebesar 39,02 persen.

“Selanjutnya, fokus kami adalah pengembangan hortikultura. Belanda memiliki keunggulan teknologi dan pengalaman. Kami juga ingin generasi muda Indonesia aktif terlibat dalam sektor ini, terutama melalui pemanfaatan teknologi greenhouse,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Belanda, Guido Landheer, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari pemerintah Indonesia. Ia menilai kunjungan ini sebagai bukti kuatnya hubungan historis dan erat antara kedua negara.

“Terima kasih, merupakan kehormatan bagi kami untuk kembali berada di Indonesia. Dalam satu tahun terakhir, sudah dua kali kami datang berkunjung, dan kami sangat menghargainya. Saya pribadi sangat senang berada di Indonesia. Tentu saja, Belanda memiliki hubungan khusus dengan Indonesia,” terangnya

Ia menekankan bahwa delegasinya datang untuk berbagi pengetahuan dan menjalin kerja sama dalam rangka memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

“Mereka semua hadir untuk berbagi pengetahuan, sekaligus bekerja sama dengan petani dan pemerintah Indonesia untuk melangkah lebih jauh dalam misi ketahanan pangan,” kata Guido.

Guido juga memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya dan kebijakan yang telah dijalankan pemerintah Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, isu ketahanan pangan adalah tantangan global yang harus dihadapi bersama.

“Kami tidak datang untuk mengekspor produk seperti tomat ke Indonesia, melainkan untuk berbagi pengetahuan agar petani Indonesia dapat memproduksi sendiri dengan teknologi yang tepat. Kami juga ingin belajar dari pengalaman Indonesia. Ini adalah kolaborasi dua arah,” tandasnya.

Sebagai catatan, MoU ini bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi antara Indonesia dan Belanda di sektor pertanian, keanekaragaman hayati, pembangunan pedesaan, serta agribisnis. Kesepakatan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam membangun masa depan pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Feed Update

Gen Z Sudah Tahu Belum? Mudik Itu Singkatanya Adalah…

astakom.com, Jakarta - Jelang lebaran 2026, ada krbiasaan uraban yang selalu terjadi di masyarkat Indonesia, 'Mudik'. Kata ini selalu muncul di televisi maupun media...

Jalur Pemudik dan Pelancong Palabuhanratu Rusak hingga Viral, Dedi Mulyadi Bilang “Itu Bukan Jalan Provinsi!”

astakom.com, Jakarta - Jelang lebaran biasanya dibarengi dengan musim mudik dan liburan. Dan yang paling utama bagi pemudik dan pelancong liburan adalah kemanan jalur...

Momen Warga Aceh Tamiang ‘War’ Takjil, UMKM Kembali Pulih Pascabencana

astakom.com, Jakarta — Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi Sumatera yang jadi komitmen pemerintah semakin tampak hasilnya di lapangan. Di Aceh Tamiang, ramai-ramai masyarakat berburu takjil...

Jaksa yang Tuntut Hukuman Mati ABK Fandi Minta Maaf di Hadapan DPR

astakom.com, Jakarta — Jaksa bernama Muhammad Arfian, yang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara yang menuntut hukuman mati terhadap anak buah kapal...

Libur Lebaran 2026 Diprediksi Bikin Wisata Domestik Meledak, 144 Juta Wisnus Siap Jalan-Jalan

astakom.com, Jakarta – Libur Lebaran 2026 diperkirakan kembali menjadi momen besar bagi sektor pariwisata Indonesia. Pemerintah memproyeksikan ratusan juta masyarakat akan melakukan perjalanan, baik...

KPK: 5 Orang Ditetapkan Tersangka dalam OTT Bupati Rejang Lebong

astakom.com, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu. Melansir astakom.com,...