Senin, 16 Mar 2026
Senin, 16 Maret 2026

Konflik Iran-Israel, Sri Mulyani Waspadai Dampaknya Bagi RI

astakom, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, bahwa pemerintah mewaspadai dampak yang kemungkinan bisa timbul dari konflik yang berlangsung antara Iran dan Israel. Hal itu disampaikannya saat menyampaikan kinerja APBN 2025 di Jakarta, Selasa (17/6).

Menurut Sri Mulyani, eskalasi yang memuncak kedua negara di Timur Tengah tersebut bisa berdampak terhadap perekonomian Indonesia dari berbagai sisi, seperti harga komoditas hingga aliran modal.

Dia menerangkan, bahwa harga minyak saat ini sudah melonjak lebih dari 8 persen, dari yang awalnya berada di bawah 70 dolar AS per barel menjadi 78 dolar AS per barel. Meskipun saat ini, kata Sri Mulyani, harga minyak sudah berangsur turun.

“Ini adalah suatu kejadian yang bisa langsung memengaruhi kondisi perekonomian secara sangat signifikan, baik melalui harga komoditas maupun dari sisi nilai tukar, suku bunga, dan aliran modal,” ujarnya dalam konferensi pers APBN, dikutip astakom.com.

Sri Mulyani menyampaikan, bahwa konflik Iran dan Israel bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian pemerintah. Kebijakan fiskal ekspansif Amerika Serikat (AS), kata dia, juga menjadi perhatian karena berpotensi memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia.

Pasalnya, kebijakan dari negeri Paman Sam tersebut berpotensi menyebabkan sentimen terhadap fiskal negara maju menjadi negatif, yang pada akhirnya bisa meningkatkan imbal hasil surat utang pemerintah AS, atau yang biasa dikenal US Treasury.

“Itu kombinasi yang harus kita waspadai, baik efek tekanan harga atau inflasi maupun kenaikan imbal hasil karena geopolitik dan kebijakan fiskal. Kedua hal ini menyebabkan dampak kepada seluruh dunia, termasuk Indonesia,” terang Sri Mulyani.

Di sisi lain, Sri Mulyani juga menyebut eskalasi konflik Iran dan Israel juga membuat beban APBN bertambah berat. Sebab, kenaikan harga minyak membuat beban belanja negara akan kebutuhan impor minyak semakin berat. Meskipun saat ini, harga minyak masih di bawah asumsi makro APBN 2025.

“Ini adalah situasi APBN, yang asumsinya sangat bisa dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global dan kejadian perang di belahan bumi yang lain,” tutupnya.

Feed Update

Menko Yusril: Serangan terhadap Aktivis Andrie Yunus juga Serangan terhadap Demokrasi

astakom.com, Jakarta — Pemerintah lewat sejumlah menteri mengecam keras aksi penyiraman air keras yang dialami aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan...

Pemerintah Kecam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis: Tegaskan Pengusutan Tuntas

astakom.com, Jakarta — Mengenai kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, Pemerintah menyampaikan keprihatinan...

Pemerintah Gercep Auto Pulangin 34 WNI Gelombang Kedua dari Iran!

astakom.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sedang menyiapkan kepulangan 34 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran pada minggu ini akibat meningkatnya ketegangan geopolitik...

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman Jelang Idulfitri

astakom.com, Jakarta – Pemerintah memastikan cadangan energi nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan...

Presiden Prabowo Siapkan Langkah Hadapi Dampak Konflik Global

astakom.com, Jakarta – Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap waspada terhadap dinamika global yang saat ini berkembang, terutama konflik yang terjadi di...

Satgas PRR Laporkan Sumut dan Sumbar Nol Pengungsi di Tenda jelang Lebaran

astakom.com, Jakarta — Satgas Perceptan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan bahwa pihaknya berhasil capai nol pengungsi di tenda di wilayah Sumatera Utara...