Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Kayu Putih dan Sampah Laut Jadi Sorotan Komisi VII di Maluku dan Papua

astakom, Ambon — Suasana hangat dan penuh semangat terasa saat rombongan Komisi VII DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Rahayu Saraswati dari Fraksi Partai Gerindra tiba di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Ambon, Jumat (13/6).

Kunjungan kerja ini tidak sekadar formalitas, tapi menjadi momen penting bagi Rahayu untuk mendengarkan langsung berbagai persoalan yang dihadapi industri dan masyarakat di kawasan timur Indonesia.

Salah satu sorotan utama Rahayu adalah masih timpangnya pemerataan fasilitas pengujian laboratorium di wilayah timur, terutama bagi perusahaan yang beroperasi di Papua.

Menurutnya, ketergantungan terhadap laboratorium di Ambon menyebabkan beban biaya yang besar, apalagi jika pengujian harus dilakukan secara berkala.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi DPR RI. Perusahaan-perusahaan dari Papua harus datang ke Ambon hanya untuk uji laboratorium, yang tentu menelan biaya besar,” ujarnya dengan nada prihatin.

Dalam kunjungan itu, Komisi VII juga meninjau langsung inovasi ketel minyak kayu putih yang dikembangkan oleh BSPJI Ambon. Inovasi ini menjadi angin segar bagi penguatan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM di Maluku dan Papua. Rahayu menyampaikan apresiasinya atas pengembangan tersebut.

“Saya melihat ini luar biasa. Mereka tidak hanya melatih, tapi juga memproduksi dan menjual ketel minyak kayu putih. UMKM bisa memanfaatkan ini untuk memperkuat ekonomi lokal,” tuturnya.

Tak hanya bicara soal industri, Rahayu juga menyoroti urgensi pengalokasian anggaran negara yang adil bagi wilayah kepulauan seperti Maluku. Dengan lebih dari 92 persen wilayahnya berupa laut, kebutuhan transportasi yang layak menjadi sangat mendesak.

“Kita perlu mengkaji ulang bagaimana anggaran dialokasikan untuk daerah kepulauan seperti Maluku. Akses transportasi sangat krusial agar potensi ekonomi bisa dimaksimalkan,” ucapnya.

Masukan lain yang diterima Komisi VII meliputi sektor perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pengelolaan sampah. Rahayu menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi tantangan besar dalam mendukung daya tarik pariwisata daerah.

“Sayang sekali, bahkan saat menyelam saya masih menemukan sampah di laut. Pemda harus serius dalam tata kelola sampah, mulai dari tempat penampungan, armada angkut, hingga petugas. Masyarakat juga harus tahu ke mana membuang sampah mereka,” pungkasnya.

Feed Update

Gen Z Sudah Tahu Belum? Mudik Itu Singkatanya Adalah…

astakom.com, Jakarta - Jelang lebaran 2026, ada krbiasaan uraban yang selalu terjadi di masyarkat Indonesia, 'Mudik'. Kata ini selalu muncul di televisi maupun media...

Jalur Pemudik dan Pelancong Palabuhanratu Rusak hingga Viral, Dedi Mulyadi Bilang “Itu Bukan Jalan Provinsi!”

astakom.com, Jakarta - Jelang lebaran biasanya dibarengi dengan musim mudik dan liburan. Dan yang paling utama bagi pemudik dan pelancong liburan adalah kemanan jalur...

Momen Warga Aceh Tamiang ‘War’ Takjil, UMKM Kembali Pulih Pascabencana

astakom.com, Jakarta — Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi Sumatera yang jadi komitmen pemerintah semakin tampak hasilnya di lapangan. Di Aceh Tamiang, ramai-ramai masyarakat berburu takjil...

Jaksa yang Tuntut Hukuman Mati ABK Fandi Minta Maaf di Hadapan DPR

astakom.com, Jakarta — Jaksa bernama Muhammad Arfian, yang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara yang menuntut hukuman mati terhadap anak buah kapal...

Libur Lebaran 2026 Diprediksi Bikin Wisata Domestik Meledak, 144 Juta Wisnus Siap Jalan-Jalan

astakom.com, Jakarta – Libur Lebaran 2026 diperkirakan kembali menjadi momen besar bagi sektor pariwisata Indonesia. Pemerintah memproyeksikan ratusan juta masyarakat akan melakukan perjalanan, baik...

KPK: 5 Orang Ditetapkan Tersangka dalam OTT Bupati Rejang Lebong

astakom.com, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu. Melansir astakom.com,...