Sabtu, 14 Mar 2026
Sabtu, 14 Maret 2026

Karo Infohan Bocorkan Alasan Indonesia Lirik Jet Tempur KAAN Turki

astakom, Jakarta – Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Frega Wenas Inkiriwang, berikan alasan Indonesia terhadap jet tempur generasi kelima KAAN buatan Turki saat dikonfirmasi Kemhan RI di Jakarta pada hari Jumat (13/6).

Setelah pernyataan terbuka Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kenegaraan ke Ankara beberapa waktu lalu, kini langkah konkret mulai tampak dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Turki terkait potensi kerja sama pengadaan pesawat tempur tersebut.

Meski belum sampai tahap kontrak pengadaan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan beberapa alasan utama di balik ketertarikan Indonesia terhadap KAAN.

Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas, hubungan erat antara Presiden Prabowo dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membuka peluang kerja sama bilateral yang lebih luas, termasuk dalam bidang pertahanan.

“Hubungan baik antara Presiden Prabowo dengan Presiden Erdogan sangat baik. Sehingga membuka peluang kerja sama di antara kedua negara,” ujar Karo Frega dalam keterangannya seperti yang dikutip astakom, Minggu (15/6).

Alasan kedua adalah spesifikasi teknis KAAN yang menggiurkan. Jet tempur ini dikembangkan sebagai pesawat generasi kelima dengan kemampuan siluman, sesuatu yang hingga kini belum dimiliki Indonesia.

Menurut Frega, pengadaan KAAN akan membawa keuntungan besar, termasuk dalam transfer teknologi pertahanan (ToT) yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia.

“Tentunya itu menjadi sebuah nilai tambah, termasuk juga beberapa kerja sama yang sudah dilakukan dengan Turkiye,” imbuhnya.

Sebelumnya, Indonesia dan Turki telah menjalin kerja sama dalam produksi medium tank “Harimau” melalui kolaborasi antara PT Pindad dan FNSS dari Turki.

Langkah ini dinilai sebagai fondasi penting dalam memperkuat hubungan bilateral di bidang pertahanan, yang kini berlanjut ke level teknologi udara.

“KAAN adalah alutsista strategis. Kami berharap nantinya produksi ini bisa terus dilanjutkan. Karena bicara pesawat tempur, kemudian kapal, ataupun produksi alutsista itu prosesnya tidak mudah, panjang, waktunya bisa 5 sampai 10 tahun, bahkan lebih,” jelasnya.

Meski masih dalam tahap awal, sinyal positif ini menunjukkan bahwa Indonesia serius mengembangkan kapabilitas pertahanan udaranya ke level yang lebih tinggi. Turki pun dinilai sebagai mitra strategis yang dapat diandalkan karena terbukti dalam berbagai proyek kolaborasi sebelumnya.

Pengadaan KAAN tidak hanya akan memperkuat kekuatan udara Indonesia, tetapi juga membuka peluang besar dalam membangun kemandirian industri pertahanan nasional melalui skema produksi bersama dan transfer teknologi jangka panjang.

Feed Update

Spek Tempur Giuseppe Garibaldi: Kapal Induk Italia yang Segera jadi Milik TNI!

astakom.com, Techno  - Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam penguatan teknologi pertahanan laut. Kementerian Pertahanan RI memastikan kapal induk ringan Giuseppe Garibaldi merupakan hibah...

3 Rafale Tiba di Indonesia, Kemhan: Menunggu Jadwal Istana

Kementerian Pertahanan memastikan Presiden RI Prabowo Subianto akan hadir dalam seremoni penerimaan tiga pesawat tempur Rafale yang kini telah menjadi alutsista baru TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Kisah Heroik Marlina Wiguna: Ibu Bhayangkari yang Dijuluki ‘Malaikat Penyintas’

astakom.com, Jakarta — Di tengah situasi bencana banjir dan longsor, hadir seorang perempuan yang keberaniannya banyak orang terpukau. Marlina Wiguna Lumban Tobing, seorang Ibu Bhayangkari,...

Komandan Puspenerbal Laksda TNl Bayu Alisyahbana Terima Tanda Kehormatan Brevet Hiu Kencana

astakom.com, Jakarta — Komandan Pusat Penerbangan TNl Angkatan Laut (Danpuspenerbal), Laksda TNl Bayu Alisyahbana menerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana dari Kepala Staf Angkatan Laut...

89 Personel TNI AU Ikuti Pelatihan CH-4 Batch 2 di China, Perkuat SDM untuk Alutsista Masa Depan

TNI Angkatan Udara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mengawaki alat utama pertahanan dan keamanan (alpalhankam) generasi baru. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan CH-4 Batch 2 yang resmi dimulai di Taizhou, China, pada Selasa (25/11).

Wakil Panglima TNI Pimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat 139 Perwira Tinggi

Sebanyak 139 Perwira Tinggi (Pati) TNI resmi menerima kenaikan pangkat dalam upacara Laporan Korps yang dipimpin langsung oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. di GOR A. Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (1/12).