Senin, 16 Mar 2026
Senin, 16 Maret 2026

Color of Indonesia Gelar “2nd Yogyakarta International Dance Carnival 2025”

astakom, Yogyakarta – Setelah sukses penyelenggaraan pertamanya tahun lalu, Yayasan Warna Budaya Indonesia (Color of Indonesia) kembali menggelar “Yogyakarta International Dance Carnival (YIDC) 2025” tahun ini.

YIDC akan menjadikan Jalan Malioboro sebagai sentra kegiatan, sebuah kawasan yang selama ini dikenal memiliki magnet sebagai destinasi wisata sekaligus ikon kota Yogyakarta.

Dengan melibatkan sejumlah seniman dan budayawan dalam negeri dan mancanegara, YIDC akan membuat sepanjang jalan Malioboro dipenuhi para penari, pada 15-20 Agustus 2025 mendatang.

“2nd Yogyakarta International Dance Carnival 2025 segera kita laksanakan. Festival publik meriah dengan pawai seni tari, perarakan, dan pertunjukan ini punya peran penting dalam upaya pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata,” ujar Ketua Umum Yayasan Warna Budaya Indonesia (Color of Indonesia) Vivi Sandra Putri, seperti dikutip astakom.com dari humaniora.id Jumat (23/05).

Pengembangan dan pelestarian seni budaya, menurut Vivi, hanya dapat dilakukan dengan cara menggerakkan potensi yang ada. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, seperti komunitas seni, lembaga pendidikan, dan pemerintah, YIDC diharapkan bakal menuai sukses.

Melibatkan Seniman Darah hingga Mancanegara

Hajatan internasional ini akan melibatkan sejumlah seniman dari daerah di Indonesia maupun mancanegara. Mereka telah menyatakan ikut berpartisipasi untuk menyemarakkan “2nd Yogyakarta International Dance Carnival 2025” yang dihelat di kota budaya Yogyakarta ini.

Seniman mancanegara yang menyatakan akan hadir di antaranya dari Polandia, Philipina, Korea, Malaysia, Zimbabwe, Colombia, Johor, dan India.

Sedangkan dari Indonesia, akan hadir para seniman tuan rumah Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Cirebon, DKI Jakarta, dan Sumatra Utara.

Selain arak-arakan (carnaval), kata Vivi, beberapa kegiatan pendukung juga telah diagendakan untuk lebih memeriahkan acara ini. Di antaranya pertunjukan Budaya International, International Dance Competition, dan Workshop.

YIDC Landasan Membangun Budaya

Vivi berharap acara ini dapat menciptakan simbiosis mutualisme, serta menjadi landasan kuat untuk membangun seni budaya yang maju, inovatif, dan inklusif.

Event tersebut, kata Vivi, dapat menjadi wadah memperkenalkan dan melestarikan budaya, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan kekayaan budaya.

“YIDC melibatkan seniman dunia. Harapannya seni budaya Indonesia makin dikenal dunia. Kita fokus pada beberapa aspek utama, promosi yang efektif, kolaborasi internasional, dan pengembangan karya seni yang berkualitas,” pungkas ujar Vivi Sandra Putri.

Feed Update

Menko Yusril: Serangan terhadap Aktivis Andrie Yunus juga Serangan terhadap Demokrasi

astakom.com, Jakarta — Pemerintah lewat sejumlah menteri mengecam keras aksi penyiraman air keras yang dialami aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan...

Pemerintah Kecam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis: Tegaskan Pengusutan Tuntas

astakom.com, Jakarta — Mengenai kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, Pemerintah menyampaikan keprihatinan...

Pemerintah Gercep Auto Pulangin 34 WNI Gelombang Kedua dari Iran!

astakom.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sedang menyiapkan kepulangan 34 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran pada minggu ini akibat meningkatnya ketegangan geopolitik...

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman Jelang Idulfitri

astakom.com, Jakarta – Pemerintah memastikan cadangan energi nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan...

Presiden Prabowo Siapkan Langkah Hadapi Dampak Konflik Global

astakom.com, Jakarta – Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap waspada terhadap dinamika global yang saat ini berkembang, terutama konflik yang terjadi di...

Satgas PRR Laporkan Sumut dan Sumbar Nol Pengungsi di Tenda jelang Lebaran

astakom.com, Jakarta — Satgas Perceptan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan bahwa pihaknya berhasil capai nol pengungsi di tenda di wilayah Sumatera Utara...