Senin, 16 Mar 2026
Senin, 16 Maret 2026

Proteksionisme AS dan Ketegangan Global Jadi Tantangan Baru Ekonomi RI

astakom, Jakarta — Ketegangan geopolitik dan meningkatnya proteksionisme Amerika Serikat menjadi tantangan baru bagi stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia. Kondisi ini turut memicu volatilitas pasar keuangan dan menjadi salah satu faktor utama perlambatan ekonomi RI di kuartal I 2025.

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro menjelaskan, bahwa kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat (AS) semakin membatasi ruang perdagangan internasional.

“Kebijakan perdagangan Amerika yang makin proteksionis menciptakan tekanan eksternal baru, memicu ketidakpastian pasar global, dan mengganggu arus investasi lintas negara,” ujar Andry dalam keterangan pers, yang dikutip astakom.com, Selasa (20/5).

Sebagai dampaknya, Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,3 persen menjadi 2,8 persen.

Sementara itu, perekonomian Indonesia tumbuh 4,87 persen secara tahunan (yoy) di kuartal I 2025, mengalami sedikit perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kurs rupiah juga tak luput dari tekanan. Sepanjang 2025, nilai tukar menghadapi fluktuasi akibat penguatan dolar AS serta ketegangan geopolitik global. Andry menekankan pentingnya respons kebijakan yang terukur dan terkoordinasi.

“Fluktuasi ini perlu direspons dengan kebijakan stabilisasi yang cermat agar tidak menekan sektor riil,” katanya.

Meski demikian, Bank Mandiri tetap memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 4,93 persen sepanjang 2025. Proyeksi ini mengandalkan sinergi kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga daya beli masyarakat, stabilitas harga, dan nilai tukar.

Sektor ekspor juga masih mendapat dorongan dari harga komoditas yang relatif tinggi. “Meski terjadi koreksi harga, margin masih dalam level wajar dan tetap mendukung stabilitas sektor eksternal,” imbuh Andry.

Dengan tantangan eksternal yang semakin kompleks, penguatan ketahanan ekonomi domestik menjadi semakin penting. Koordinasi lintas sektor dan konsistensi kebijakan juga dipandang oleh Andry sebagai kunci menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global.

Feed Update

Menlu Iran: Selat Hormuz Bebas, Kecuali Buat AS dan Israel!

astakom.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan kalau mereka memberi izin semua negara kecuali Amerika Serikat (AS) beserta Israel dan sekutunya...

Trump Berharap Keterlibatan Negara Lain Amankan Selat Hormuz, Amerika Menyerah?

astakom.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump udah menekan negara-negara lain buat mengirimkan kapal perang guna memastikan Selat Hormuz tetap terbuka untuk...

Iran Nangkep 20 Diduga Mata-mata Israel: Drama Banget!

astakom.com, Jakarta - Iran menangkap total 20 individu di bagian barat laut negara tersebut. Total dua puluh orang tersebut ditangkap karena diduga berkolaborasi dengan...

Netanyahu Masih Hidup? Iran: Kami Kejar Terus!

astakom.com, Jakarta - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran masih berlangsung di Timur Tengah (Timteng). Iran berkomitmen untuk mengejar dan membunuh...

Prabowo: Perang AS-Israel di Iran? Gak Rasional!

astakom.com, Jakarta - Prabowo Subianto, jenderal purnawirawan yang saat ini memimpin negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Ia menyatakan dalam wawancara kepada Bloomberg...

Iran Nolak Pesan Trump: Gencatan Senjata? No Way!

astakom.com, Jakarta - Teheran menolak dua permohonan dari utusan khusus Presiden AS Donald  Trump, Steve Witkoff, yang menginginkan penghentian gencatan senjata. Pemerintah Iran percaya bahwa...