Senin, 16 Mar 2026
Senin, 16 Maret 2026

Teknologi AWS Bikin Petani Tak Lagi Galau soal Cuaca

astakom, Jakarta – Teknologi pertanian terus mengalami perkembangan di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Terbaru, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) memperkenalkan teknologi Automatic Weather System (AWS).

Pengenalan teknologi AWS yang telah dipasang di lebih dari 80 titik di seluruh Indonesia ini bertepatan dengan peluncuran benih padi varietas unggul baru (VUB) hasil riset IPB di Kampus Dramaga, Bogor, pada Rabu (14/5) kemarin.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono menjelaskan, bahwa sektor pertanian erat hubungannya dengan permasalahan iklim dan cuaca. Dengan adanya teknologi AWS ini, lanjutnya, petani dapat petani mengakses informasi cuaca secara akurat hingga radius 20 kilometer.

Informasi akurat dengan berbasis data ini dapat digunakan oleh para petani di Indonesia sebagai dasar untuk pengambilan keputusan pertanian, mulai dari masa tanam hingga panen.

“Jadi bagaimana membaca cuaca ini menjadi penting, tidak lagi pake katanya atau tidak lagi lihat awan kemudian melakukan tindakan,tapi berdasarkan analisa cuaca, berbasis data yang akurat,” ujar Wamentan Sudaryono dalam siaran pers yang dikutip astakom.com, Kamis (15/5).

Pemerintah, lanjut Wamentan, juga tengah mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk sektor pertanian. Sistem ini nantinya akan mengintegrasikan data cuaca, jenis benih, kontur dan kondisi tanah, irigasi, jadwal tanam-panen, hingga informasi alat dan mesin pertanian.

Semua informasi ini akan diolah dengan menggunakan sistem AI, sehingga ke depan hasilnya dapat digunakan untuk memberikan rekomendasi tepat guna bagi para petani.

“Sistem AWS ini nanti dimasukkan, outputnya nanti yang mahal, outputnya adalah rekomendasi untuk petani, nanamnya kapan, jumlahnya berapa, jenis padinya yang sesuai di tanah yang akan ditanami, nanti disitu ada alsintannya, kita masukkan semua. Nah inovasi ini sedang kami bangun,” tutur pria yang akrab disapa Mas Dar tersebut.

“Jadi lebih baik ini kita kerjakan sekarang daripada kita kerjakan kapan-kapan kan,” tambah Mas Dar menegaskan.

Rektor IPB Arif Satria menambahkan, bahwa pihaknya sudah mengembangkan antrak robot cerdas berbasis AI yakni untuk mendeteksi penyakit antraknosa pada cabai. Teknologi ini diharapkan dapat membantu petani mengantisipasi serangan penyakit sejak dini secara efisien.

“Untuk cabai, karena cabai ini sekarang produk yang rentan inflasi, maka sangat penting untuk bisa ditingkatkan kualitas produksinya,” ujar Arif.

Feed Update

Menko Yusril: Serangan terhadap Aktivis Andrie Yunus juga Serangan terhadap Demokrasi

astakom.com, Jakarta — Pemerintah lewat sejumlah menteri mengecam keras aksi penyiraman air keras yang dialami aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan...

Pemerintah Kecam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis: Tegaskan Pengusutan Tuntas

astakom.com, Jakarta — Mengenai kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, Pemerintah menyampaikan keprihatinan...

Pemerintah Gercep Auto Pulangin 34 WNI Gelombang Kedua dari Iran!

astakom.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sedang menyiapkan kepulangan 34 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran pada minggu ini akibat meningkatnya ketegangan geopolitik...

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman Jelang Idulfitri

astakom.com, Jakarta – Pemerintah memastikan cadangan energi nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan...

Presiden Prabowo Siapkan Langkah Hadapi Dampak Konflik Global

astakom.com, Jakarta – Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap waspada terhadap dinamika global yang saat ini berkembang, terutama konflik yang terjadi di...

Satgas PRR Laporkan Sumut dan Sumbar Nol Pengungsi di Tenda jelang Lebaran

astakom.com, Jakarta — Satgas Perceptan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan bahwa pihaknya berhasil capai nol pengungsi di tenda di wilayah Sumatera Utara...