Minggu, 15 Mar 2026
Minggu, 15 Maret 2026

26 Warga Sipil Tewas, Pakistan: India Akan Kami Balas

astakom.com, Islamabad – Ketegangan di Asia Selatan kembali memanas. Kepala Angkatan Darat Pakistan menyatakan bahwa 26 warga sipil tewas dan 46 lainnya terluka dalam serangan udara India yang terjadi pada Selasa malam (6/5).

Jumlah ini melonjak drastis dari delapan korban yang sebelumnya dilaporkan di hari yang sama.

Meski belum jelas dari mana angka kematian terbaru ini berasal, belum diketahui pula apakah data tersebut mencakup korban dari penembakan lintas batas yang juga terjadi semalam.

“Kami akan menanggapi India pada waktu, tempat, dan cara yang kami pilih sendiri,” tegas Panglima Angkatan Darat Pakistan dalam jumpa persnya seperti yang dikutip astakom.com, Rabu (7/5).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri India, Vikram Misri, menggelar konferensi pers yang memperkuat klaim bahwa serangan tersebut ditujukan untuk melumpuhkan infrastruktur teroris di wilayah Pakistan.

“Serangan India tadi malam adalah serangan udara proporsional dan tidak menimbulkan eskalasi,” ujar Misri kepada media.

Ia menegaskan bahwa aksi militer itu menyasar kelompok Lashkar-e-Taiba, yang menurut India, berada di balik serangan mematikan di Pahalgam, Kashmir, bulan lalu.

Front Perlawanan yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu disebut terhubung erat dengan Lashkar-e-Taiba dan memiliki kaitan dengan Pakistan, yang telah membantah keras tuduhan tersebut.

“Badan intelijen kami mengindikasikan akan ada lebih banyak serangan terhadap India. Kami mengambil tindakan pencegahan untuk menghentikannya,” lanjut Misri.

Dalam pernyataan lanjutan, Kolonel Sofiya Qureshi dan Komandan Sayap Vyomika Singh mengonfirmasi bahwa sembilan kamp teroris menjadi target dan berhasil dihancurkan. Kamp-kamp tersebut, menurut mereka, berlokasi di Pakistan dan wilayah Kashmir yang diduduki Pakistan.

Ketegangan antara India dan Pakistan bukanlah hal baru, namun eskalasi kali ini terjadi di tengah meningkatnya konflik di kawasan dan sentimen nasionalisme yang menguat di kedua negara.

Sejumlah pengamat khawatir insiden ini dapat memicu gelombang konflik bersenjata yang lebih luas, apalagi jika balasan dari Pakistan benar-benar dilakukan dalam waktu dekat.

Feed Update

Iran Nolak Pesan Trump: Gencatan Senjata? No Way!

astakom.com, Jakarta - Teheran menolak dua permohonan dari utusan khusus Presiden AS Donald  Trump, Steve Witkoff, yang menginginkan penghentian gencatan senjata. Pemerintah Iran percaya bahwa...

Rusia-China Bentrok Sama AS di DK PBB Demi Bela Iran!!

astakom.com, Jakarta - Amerika Serikat beserta sekutunya berkonflik dengan Rusia dan China di pertemuan Dewan Keamanan PBB ketika membahas Iran, Kamis (12/3/2026). Dalam pernyataan di...

Kapal di Hormuz ‘Menyamar’ Pakai Identitas China Biar Nggak Kena Sasaran!

astakom.com, Jakarta - Beberapa kapal komersial yang melewati Selat Hormuz dan Teluk Persia saat ini menerapkan strategi berbeda untuk menghindari serangan. Mereka mengganti identitas digital...

3 Syarat dari Iran Buat AS-Israel Kalau Mau Damai!! : Cek Rinciannya

astakom.com, Jakarta - Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian telah mengemukakan tiga syarat untuk menghentikan perang yang kini berlangsung antara Iran, Amerika Serikat, dan...

Pemimpin Tertinggi Iran Siap Lock Selat Hormuz, Dunia Ketar-ketir?

astakom.com, Jakarta - Iran akan tetap blok Selat Hormuz, rute pelayaran minyak terpadat di dunia, berdasarkan pernyataan yang dihubungkan dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang...

Macron Speak Up! Prajurit Prancis Tewas di Irak Akibat Serangan Iran

astakom.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari negara Prancis, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan kalau ada satu anggota militer Prancis yang udah meninggal gara...